IKRARnews.ID, Gorontalo – Sebanyak 38 orang masyarakat bersama orang tua siswa menyatakan penolakan terhadap pengurus baru Yayasan Semangat Eyato yang menaungi 3 Madrasah Al-Hikmah Bumala.
Penolakan tersebut disampaikan secara tertulis melalui pernyataan sikap dan daftar tanda tangan warga maupun orang tua/wali siswa.
Penolakan ini dilatarbelakangi oleh sejumlah alasan mendasar. Salah satunya adalah tidak adanya transparansi dalam proses pergantian pengurus baru Yayasan Semangat Eyato.
Warga Desa Suka Damai dan orang tua mengaku tidak pernah menerima penjelasan terbuka terkait alasan, mekanisme, maupun dasar hukum pergantian pengurus yang dilakukan.
Selain itu, orang tua siswa juga menyoroti minimnya sosialisasi kepada pihak Madrasah dan wali murid. Pergantian pengurus baru dinilai dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan atau menginformasikan orang tua sebagai pemangku kepentingan utama dalam dunia pendidikan.
Alasan lain yang menguatkan penolakan tersebut adalah belum jelasnya rekam jejak dan kompetensi pengurus baru. Orang tua menyatakan belum mendapatkan informasi yang memadai mengenai latar belakang, pengalaman, serta komitmen pengurus baru dalam mengelola lembaga pendidikan.
Para penolak juga mengkhawatirkan potensi gangguan terhadap stabilitas Madrasah.
Pergantian pengurus baru secara mendadak dikhawatirkan dapat menimbulkan konflik internal pasca demo perwakilan orang tua siswa di tahun 2025 kemarin, selain itu berpengaruh menurunnya kualitas pendidikan, serta mengganggu proses belajar mengajar di Madrasah Al-Hikmah Bumala.
Melalui pernyataan sikap ini, masyarakat dan orang tua siswa berharap pihak yayasan semangat eyato dapat meninjau kembali keputusan pergantian pengurus, membuka ruang dialog yang transparan, serta mengedepankan kepentingan pendidikan dan kenyamanan peserta didik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Yayasan Semangat Eyato belum memberikan keterangan resmi terkait penolakan yang disampaikan oleh masyarakat dan orang tua siswa tersebut.
Red ***















