Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
Opini

Bendera Kusam Dan Robek Di Depan Kantor DPRD Pohuwato Cermin Dari Kepemimpinan Yang Terkesan Luntur

25
×

Bendera Kusam Dan Robek Di Depan Kantor DPRD Pohuwato Cermin Dari Kepemimpinan Yang Terkesan Luntur

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, Pohuwato (Opini) – Bendera Merah Putih yang berkibar di depan gedung pemerintahan bukan hanya sekadar simbol nasional belaka. Ia adalah cermin dari kesungguhan dan rasa hormat lembaga terhadap negara yang kita cintai. Karenanya, kondisi bendera Sang Saka yang kusam, menguning, dan bahkan robek di halaman Kantor DPRD Pohuwato tidak bisa dianggap sepele justru menjadi metafora yang menyakitkan bagi kondisi kepemimpinan daerah yang terkesan semakin kusam.

Kita tidak bisa menyangkal bahwa bendera adalah identitas bangsa. Setiap helai kain merah putih menyimpan nilai-nilai perjuangan para pahlawan, semangat persatuan, dan harapan rakyat terhadap kemajuan bangsa. Ketika bendera tersebut dibiarkan dalam kondisi tidak terawat di depan gedung yang menjadi tempat berkumpulnya perwakilan rakyat, hal itu menunjukkan kurangnya perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mendasar dan simbolis.

Jika sebuah lembaga yang seharusnya menjadi motor penggerak pembangunan dan perjuangan untuk kepentingan rakyat tidak mampu menjaga keutuhan dan kebersihan bendera nasional, bagaimana mungkin mereka mampu menjaga kepercayaan dan harapan yang diberikan oleh masyarakat? Kondisi bendera yang rusak tersebut seolah menyampaikan pesan bahwa kepemimpinan di daerah ini juga terkesan luntur, tidak terawat dengan baik, dan bahkan ada bagian-bagian yang sudah mulai “robek” dalam menjalankan tugasnya.

Masyarakat tidak hanya mengharapkan pembangunan fisik atau angka-angka statistik. Mereka juga mengharapkan adanya rasa hormat, integritas, dan kesungguhan dari para pemimpin yang mereka pilih. Menjaga bendera merah putih adalah bentuk kecil dari tanggung jawab yang harus bisa dilakukan setiap orang, apalagi lembaga pemerintah.

Sudah saatnya pihak DPRD Pohuwato tidak hanya mengganti bendera yang rusak dengan yang baru dan bersih, tetapi juga melakukan refleksi mendalam. Perbaikan tidak hanya pada simbol, tetapi juga pada substansi kepemimpinan yang harus kembali bersih, terang, dan mampu menjadi panutan bagi masyarakat Pohuwato.

 

Red ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300