Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Sonni Samoe : Yang Di Lakukan YR Team Adalah Kerja Penyelamatan

80
×

Sonni Samoe : Yang Di Lakukan YR Team Adalah Kerja Penyelamatan

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, POHUWATO — Konsistensi YR Team dalam menormalisasi sungai yang terdampak sedimentasi dipandang sebagai aksi nyata yang menyalakan kembali harapan lingkungan di Pohuwato, Di tengah keluhan panjang masyarakat soal pendangkalan sungai, kerja lapangan selama beberapa pekan terakhir menjadi bukti bahwa persoalan lingkungan tidak harus berhenti pada keluhan.

Pendiri LSM Labrak, Sonni Samoe,  menyebut langkah tersebut sebagai bentuk penyelamatan yang lahir dari kepedulian lokal. Selasa (10/02/2026)

“Apa yang dilakukan YR Team adalah kerja penyelamatan. Mereka tidak menunggu, mereka turun langsung. Ini bukti kepedulian lokal masih hidup,” ujar Sonni.

Namun ia juga berbicara terbuka bahwa kerusakan di wilayah hulu merupakan hasil aktivitas banyak pihak, Di tengah situasi itu, Sonni menilai YR Team menjadi satu-satunya kelompok yang konsisten kembali melakukan pembenahan dengan mengeruk sedimentasi.

“Kita harus jujur melihat situasi. Kerusakan terjadi bersama. Tapi yang konsisten memperbaiki hanya YR Team. Itu patut diapresiasi,” tegasnya.

Menurut Sonni, tanggung jawab memperbaiki jauh lebih penting daripada sekadar mencari siapa yang salah, Ia menilai langkah pembenahan tersebut harus menjadi titik awal kesadaran kolektif masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa masa depan Pohuwato sangat bergantung pada solidaritas sosial. Pengelolaan wilayah, katanya, tidak bisa terus bergantung pada campur tangan pihak luar.

“Kalau elemen lokal bersatu, kita punya kekuatan mengatur wilayah kita sendiri, Pohuwato tidak boleh terus dipecah oleh kepentingan luar,” ujarnya.

Sonni menambahkan bahwa sumber daya alam Pohuwato harus diprioritaskan untuk kesejahteraan rakyat lokal melalui pengelolaan yang adil, terencana, dan menghargai lingkungan.

“SDA Pohuwato harus menyejahterakan rakyat Pohuwato, Tidak boleh semrawut dan tidak boleh ada yang dikorbankan, Ini soal masa depan bersama,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa normalisasi sungai tidak boleh menjadi rutinitas tanpa solusi di hulu. Akar persoalan, menurutnya, terletak pada tata kelola aktivitas pertambangan.

Ia mendorong penerapan blocking area sedimentasi di wilayah tambang — zona penahan lumpur agar material terkumpul di atas sebelum sempat jatuh ke sungai.

“Blocking sedimen itu bukan memindahkan masalah, tapi memusatkan pengendalian. Sedimen dikumpulkan di atas, tidak terlanjur masuk ke sungai,” jelasnya.

Dengan sistem tersebut, pengerukan sedimentasi menjadi terfokus di satu titik pengendalian di hulu, bukan tersebar di sepanjang aliran sungai. Menurut Sonni, hal ini justru memudahkan para pelaku usaha tambang dalam melakukan normalisasi karena penanganan tidak lagi terjadi setelah kerusakan menyebar.

“Kalau sedimen sudah terkendali di hulu, pengerukan juga terpusat di sana. Sungai tidak jadi korban, dan penambang tidak kerepotan mengejar lumpur yang sudah telanjur mengalir ke mana-mana,” ujarnya.

Menurutnya, tata kelola seperti ini bukan hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga menciptakan efisiensi ekonomi dan keberlanjutan aktivitas tambang.

Aksi YR Team kini dipandang sebagai simbol bahwa Pohuwato masih memiliki kesempatan memperbaiki dirinya. Kerja lapangan tersebut menyalakan keyakinan bahwa lingkungan bisa dipulihkan — selama solidaritas sosial dibangun dan tata kelola diperbaiki secara serius.

“Yang kita butuhkan bukan pembersihan sesaat,tapi sistem yang memastikan sungai kita tetap hidup besok” tutup Sonni,

Red *** 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300