IKRARnews.ID Kota Gorontalo – Jaksa dan Seorang Guru Asal Gorontalo Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Minsel Sulut. Berdasarkan informasi dari kerabat dan instansi terkait, kedua korban yang menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian adalah:
Yessi Sukersi Mustaki, seorang pendidik yang sangat dikenal sebagai Guru Bahasa Inggris dan Mandarin di SMA Negeri 5 Gorontalo.
Berikut yang kedua Fanni Anelsia Mustaki merupakan Staf Bidang Intelijen pada Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Ucapan duka cita langsung membanjiri media sosial dari rekan sejawat di satuan kerja tersebut. Sabtu, (14/03/2026)
Salah satu kerabat mengungkapkan rasa tidak percaya, mengenang alm Fanni sebagai sosok yang sering mengajak rekan-rekannya makan bersama di sela waktu kantor.
Kecelakaan ini terjadi saat kendaraan yang membawa kakak beradik ini melaju kencang dari arah Gorontalo menuju Manado. (14/03)
Mobil hilang kendali dan menabrak pohon serta bangunan rumah makan dengan dampak kerusakan yang sangat parah di bagian depan.
Hingga saat ini, ucapan duka terus mengalir dari Keluarga Besar SMA Negeri 5 Gorontalo dan rekan-rekan di Kejaksaan Tinggi Gorontalo.
Jenazah kedua almarhumah rencananya akan dipulangkan ke Gorontalo untuk proses pemakaman.
Saat di himpun awak media Ikrarnews.Id Gorontalo terkait pada Keterangan Polisi itu melalui Kasat Lantas Polres Minahasa Selatan (Minsel) yakni Iptu Engelina Yusuf, mengungkapkan kronologi terjadi kecelakaan lalu lintas di Desa Sapa, Tenga, Minsel, Sulawesi Utara (Sulut).
Kejadian ini terjadi sekitar pukul 06.30 Wita. Engelina menjelaskan peristiwa nahas itu terjadi saat mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi di ruas Jalan Trans Sulawesi, dari arah Gorontalo menuju Kota Manado.
Diduga pengemudi tidak mampu mengendalikan kendaraan sehingga terjadi kecelakaan. Mobil tersebut menabrak sebuah pohon yang berdiri dipinggir jalan tepatnya di Desa Sapa.
“Supir membawa mobil melaju kencang dan hilang kendali,” tutur Engelina saat dikonfirmasi via whatsapp.
Menurutnya, warga yang ada di lokasi langsung berusaha mengevakuasi para korban untuk dilarikan ke rumah sakit.
Red Zulhas

















