Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
banner 325x300
Berita

Arman Naway Soroti Kasus Korupsi BSG Tilamuta, Tekankan Pentingnya Kepercayaan Publik dan Reformasi Sistem Perbankan

85
×

Arman Naway Soroti Kasus Korupsi BSG Tilamuta, Tekankan Pentingnya Kepercayaan Publik dan Reformasi Sistem Perbankan

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, Boalemo – Kasus dugaan tindak pidana korupsi yang mengguncang dunia perbankan daerah akhirnya memasuki babak baru. Polres Boalemo Polda Gorontalo resmi menetapkan FK, oknum manajer pelayanan nasabah Bank SulutGo Cabang Tilamuta, sebagai tersangka.

FK diduga kuat melakukan praktik korupsi sepanjang periode 2024 hingga 2025 yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp13,1 miliar. Modus yang dilakukan terbilang sistematis, yakni dengan mengambil uang tunai secara ilegal dari brankas bank serta memanipulasi data nasabah pasif untuk menguras saldo rekening mereka.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa motif utama tersangka adalah untuk membiayai aktivitas trading melalui berbagai aplikasi pembayaran digital, sekaligus memenuhi kebutuhan pribadi dan melunasi utang. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman berat. Saat ini, FK telah ditahan sejak 8 April 2026, dan kasusnya tengah memasuki tahap pemenuhan petunjuk oleh jaksa penuntut umum yang berkomitmen mengawal perkara ini hingga tuntas.

Menanggapi kasus tersebut, Ketua Fraksi NasDem DPRD Boalemo, Arman Naway, menyampaikan keprihatinan sekaligus dorongan kuat agar pihak bank melakukan pembenahan sistem internal.

“Terhadap kejadian ini, BSG diharapkan untuk lebih teliti dengan mengedepankan sistem dual custody dalam setiap transaksi, sehingga tidak ada lagi kejadian fraud seperti ini,” ujar Arman, Kamis (16/4/2026).

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Boalemo merupakan bagian dari pemegang saham Bank SulutGo, sehingga kasus ini berpotensi berdampak pada profitabilitas bank dan pembagian dividen.

“Selain itu, kami ingin memastikan bahwa uang masyarakat yang disimpan tetap aman, sehingga kepercayaan publik tidak terganggu,” lanjutnya.

Arman juga menekankan bahwa eksistensi sebuah bank sangat ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni kepercayaan publik, kepercayaan investor, dan penerapan prinsip kehati-hatian.

Diketahui, sebelum terjun ke dunia politik, Arman Naway memiliki rekam jejak panjang di sektor perbankan. Ia pernah menjabat sebagai unit manager di salah satu BUMN perbankan dan menduduki posisi strategis di wilayah klaster Sulawesi. Dengan pengalaman tersebut, Arman dinilai memiliki pemahaman komprehensif terhadap sistem pengelolaan risiko dan tata kelola perbankan.

Pengalaman profesional itu pula yang kini menjadi landasan kuat bagi Arman dalam memberikan pandangan kritis sekaligus solusi konstruktif. Ia tidak hanya menyoroti persoalan, tetapi juga mendorong reformasi sistem dan penguatan pengawasan internal demi menjaga stabilitas serta integritas sektor perbankan daerah.

 

Red ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300
banner 325x300