Penulis : RDj
IKRARnews.ID, Gorontalo – Di panggung politik Gorontalo saat ini, video lama Elnino M. Husein Mohi atau biasa disapa Elnino, tetiba muncul kepermukaan lagi. Rekaman itu memperlihatkan dia seolah mendukung acara Gorontalo Half Marathon (GHM). Padahal, ini video lama, bukan sikap terkini. Tapi, kini dipakai buat “menguatkan” event GHM.
Menurut saya, ini bukan cuma soal video salah konteks. Ini contoh nyata bagaimana materi lama bisa dipelintir jadi alat politik hari ini. Elnino pun terseret dalam “perang persepsi” antara Gusnar dan Adhan.
Klarifikasi Gerindra: Jangan Pakai Video Lama!
Sekretaris DPC Gerindra Kota Gorontalo sudah angkat bicara. Tegasnya: video itu bukan dukungan Elnino sekarang. Dia juga kritik keras: “Kalau programnya bagus, ngapain pakai video lama? Itu mah tanda panik saja.”
Pernyataan ini penting. Ada dua hal:
1. Sikap resmi partai: video bukan representasi Elnino hari ini.
2. Pakai video lama itu cara tidak sehat dalam berpolitik.
Buat saya, klarifikasi ini harus jadi acuan utama sampai ada pernyataan baru dari Elnino yang jadi subyeknya.
Berita RRI: Artikel Ilang, Publik Bingung. Berita soal video lama dukungan Elnino menghilang

Ada satu lagi yang bikin penasaran: artikel RRI Gorontalo tentang dukungan Elnino ke GHM tiba-tiba hilang dari internet. Cuma judulny yang tersisa.
Saya tekankan: hilangnya artikel tidak serta merta berarti manipulasi. Bisa saja karena koreksi redaksi. Tanpa klarifikasi resmi redaksi RRI, kita tidak boleh asal tuduh.
Tapi kejadian ini mengingatkan kita bahwa media harus cover both side, apalagi di tengah isu politik yang panas.
Adhan Dambea: Tokoh Kunci, Tapi Konflik? Ah, Belum Tentu!
Adhan Dambea, Ketua Dewan Penasihat Gerindra Provinsi, punya posisi strategis. Dia tokoh penghubung banyak kelompok. Ini bikin dinamika politik kian kompleks, pun terkait komunikasi dengan pemerintah propinsi.
Tapi saya ingatkan, sampai detik ini tak ada bukti seteru terbuka antara Adhan, Elnino, atau Gerindra dengan pemprov. Yang terjadi lebih ke “salah baca” sinyal politik—hal yang biasa di daerah.
Pandangan Saya: Publik Harus Cerdas
Berdasarkan analisis ini, saya ajak pembaca bahwa:
1. Video lama jangan jadi patokan sikap politik sekarang.
2. Utamakan klarifikasi resmi: Pernyataan Gerindra kota lebih bisa dipercaya ketimbang gosip.
3. Jangan kebablasan spekulasi liar: Artikel RRI hilang? Tunggu penjelasan, jangan buru-buru bikin teori sesat.
4. Beda pendapat itu wajar. Elnino dan Adhan satu partai, wajar ada diskursus internal. Bukan berarti pecah.
Penutup
Video Elnino ini mengingatkan kita: ruang publik Gorontalo rentan misinformasi. Klarifikasi Gerindra sudah tepat, tapi publik juga wajib kritis.
Eskalasi politik Gusnar, Adhan, dan Elnino bukan sekadar politik jegal menjegal, tapi bagian dari peta politik lokal yang terus bergerak dinamis. Di sini, kewajiban kita bersama: masyarakat harus cerdas verifikasi, media tetap jaga netralitas. Positifnya, publik semakin terdewasakan secara politik. Kita tiap hari disuguhi berita yang mematangkan nalar.

















