IKRARnews.ID, Gorontalo — Suasana Gedung Pusat Convension Center (PCC) Gorontalo pada Selasa, 2 Desember 2025, dipenuhi energi ideologis saat Konferensi Daerah (Konferda) VI DPD PDI Perjuangan Gorontalo resmi dibuka. Seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP se-Gorontalo hadir lengkap, menandai konsolidasi besar partai menjelang agenda politik 2029.
Di panggung utama, Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarnoputri—cucu Proklamator sekaligus politisi muda PDI Perjuangan—menyampaikan pidato panjang yang sarat pesan historis, ideologis, dan penegasan loyalitas kader kepada perjuangan partai.
Puti menegaskan bahwa PDIP telah menetapkan garis perjuangan yang inklusif, salah satunya melalui amanah kongres untuk menghadirkan 30% keterwakilan perempuan dalam struktur partai.
Menurutnya, langkah ini bukan sekadar memenuhi kuota, tetapi merupakan bentuk pemberdayaan yang nyata.
“Ini bagian dari bagaimana kita melakukan kerja-kerja kepartaian yang juga merupakan pemberdayaan kader-kader perempuan. Tidak hanya dua, tetapi seluruh DPC dan DPD harus mengakomodir 30% keterwakilan perempuan,” tegas Puti.
Saat ditanya tentang target politik 2029, Puti menegaskan bahwa esensi perjuangan PDIP bukanlah angka-angka, tetapi konsistensi menjaga kedekatan dengan rakyat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kader-kader PDIP tetap bekerja serius, menyapa rakyat, dan membuka kantor-kantor partai sebagai rumah besar perjuangan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keputusan strategis seperti pencalonan DPR RI 2029 merupakan kewenangan DPP, sementara yang terpenting saat ini adalah membuktikan kerja.
Pidato Puti semakin bernas ketika ia mengingatkan kembali nilai historis Gorontalo dalam perjalanan bangsa. Ia memaparkan bahwa Gorontalo pernah menjadi titik penting persinggahan Presiden Soekarno pada tahun 1950 dan 1956, untuk memastikan kesetiaan daerah ini kepada NKRI.
Ia juga menyebut sosok pahlawan nasional Nani Wartabone, yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Gorontalo pada 23 Januari 1942—lebih cepat dari 17 Agustus 1945.
“Generasi muda harus mengetahui bahwa Gorontalo memiliki nilai kesejarahan yang tinggi. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” ujar Puti, mengulangi pesan Bung Karno.
Puti mengingatkan seluruh kader bahwa Konferda bukanlah panggung perebutan posisi, tetapi forum peneguhan ideologi dan loyalitas.
“Ini bukan ajang menunjukkan siapa ketua, siapa sekretaris, siapa bendahara. Ini momentum untuk menyalakan memori kolektif historis kita dan menunjukkan kerja-kerja ideologis,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa tantangan politik 2029 akan jauh lebih berat, sehingga setiap kader harus menyingkirkan ego pribadi.
Dalam bagian pidatonya yang paling reflektif, Puti menyerukan agar kader mengoreksi diri sebelum menuntut partai.
“Tanyakan pada diri kita: apa yang bisa kita sumbangkan untuk PDIP? Bukan sebaliknya,” pungkasnya.
Ia mengingatkan bahwa beban besar perjuangan hanya dapat ditanggung oleh mereka yang memiliki keyakinan teguh—seperti keyakinan yang membuat Bung Karno memerdekakan Indonesia dan Megawati Soekarnoputri menjaga marwah partai hingga kini.
Puti menggarisbawahi bahwa realitas sosial masih menyisakan banyak luka: kemiskinan, pendidikan yang tak terjangkau, pelayanan kesehatan yang timpang, hingga petani yang terjepit rentenir.
“Rangkul rakyat. Jangan tinggalkan mereka. Jangan tinggalkan kerja-kerja ideologi kita. Ketika kita melupakan rakyat, maka niscaya rakyat akan meninggalkan kita.”
Ia menekankan pentingnya membuka kantor DPC dan DPD sebagai “rumah rakyat” dan merajut silaturahmi dengan tokoh-tokoh lama serta menjalin komunikasi lintas partai sebagai bentuk merawat kebangsaan.
Di akhir pidato, Puti mengajak seluruh kader keluar dari gedung Konferda dengan membawa semangat kerja baru.
“Mulailah berdialog dengan rakyat. Bekerjalah dengan ideologi. Dengan mengucap Alhamdulillah, saya tutup Konferda Gorontalo 2 Desember 2025. Merdeka!”
Konferda VI PDIP Gorontalo pun ditutup dengan pekikan “Merdeka!” yang menggema dari seluruh kader, menandai babak baru konsolidasi partai banteng moncong putih di bumi Serambi Madinah.
Red-ARIF-IR.ID















