Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
BeritaOpini

Tanpa Pandang Bulu, Penertiban PETI Harus Merata Dan Jangan Pilih Kasih

73
×

Tanpa Pandang Bulu, Penertiban PETI Harus Merata Dan Jangan Pilih Kasih

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, POHUWATO – Praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Taluditi dan Popayato kini menjadi sorotan tajam. Tokoh masyarakat Kabupaten Pohuwato, Yusuf Mbuinga, secara terbuka mendesak aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah daerah untuk segera merilis jadwal penertiban serta melakukan tindakan nyata di lapangan.Sabtu (10/01/2026)

Menurut Yusuf, aktivitas ilegal ini diduga kuat telah melibatkan berbagai pihak secara terstruktur, mulai dari pemain lapangan hingga penyokong di balik layar.

Dugaan Keterlibatan “Oknum” dan Pemain Luar
Dalam pernyataannya, Yusuf Mbuinga mengungkapkan keprihatinannya atas dominasi pelaku usaha tambang yang justru berasal dari luar daerah Pohuwato. Ia mensinyalir adanya ekosistem ilegal yang berjalan mulus karena dukungan berbagai pihak.

> “Di dua wilayah tersebut, Taluditi dan Popayato, diduga sudah rupa-rupa warnanya seperti lagu ‘Balonku Ada Lima’. Ada keterlibatan oknum tertentu, baik sebagai pelaku langsung, pengumpul atau penerima atensi, pemilik alat berat, hingga penyuplai BBM subsidi untuk aktivitas tambang,” tegas Yusuf.
>

Yusuf menekankan bahwa penegakan hukum tidak boleh tebang pilih atau diskriminatif. Ia melihat adanya ketimpangan di mana pelaku kecil seringkali menjadi sasaran, sementara aktor intelektual dan pemilik modal besar seolah tak tersentuh.

Poin-poin tuntutan utama Yusuf Mbuinga:
* Transparansi Jadwal: Meminta kejelasan kapan penertiban serentak akan dilakukan di wilayah terdampak.

* Pembersihan Internal: Menindak tegas oknum-oknum yang menjadi “tameng” atau penerima aliran dana dari aktivitas PETI.
* Pengawasan BBM: Memperketat jalur distribusi BBM agar tidak bocor ke lokasi tambang ilegal.
* Kedaulatan Lokal: Menertibkan pengusaha dari luar daerah yang mengeksploitasi kekayaan alam Pohuwato tanpa prosedur legal.

Menutup pernyataannya, Yusuf mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan dan kerugian negara akibat PETI akan menjadi beban bagi generasi mendatang jika dibiarkan terus berlarut.

“Jangan ada diskriminasi dalam penegakan aturan. Tegakkan hukum setegak-tegaknya tanpa pandang bulu. Kita ingin Pohuwato benar-benar merdeka dari praktik mafia tambang yang merugikan daerah,” pungkasnya.

 

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300