Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDaerahPeristiwa

Aktivitas Alat Berat di Kawasan Tambang Dengilo Masih Berlangsung di Tengah Isu Penertiban: Media Soroti Dugaan Backing Oknum dan Perbedaan Perlakuan

301
×

Aktivitas Alat Berat di Kawasan Tambang Dengilo Masih Berlangsung di Tengah Isu Penertiban: Media Soroti Dugaan Backing Oknum dan Perbedaan Perlakuan

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, Pohuwato,— Fenomena mencengangkan kembali terpantau oleh awak media di wilayah pertambangan Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato. Meski informasi terkait operasi penertiban aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) telah tersebar luas ke berbagai titik tambang lainnya, sejumlah alat berat jenis ekskavator di Dengilo masih terlihat beroperasi.

Berdasarkan penelusuran awak media pada Kamis (06/11/2025), ada beberapa lokasi titik alat berat yang sementara beraktivitas dan salah satu dari contoh lokasi terpantau sebuah ekskavator berjenis CAT bahkan tampak masih bekerja aktif melakukan penggalian. Yang lebih mengkhawatirkan, aktivitas tersebut berada sangat dekat dengan kompleks perumahan komunal warga.

“Sangat miris melihatnya. Alat berat ini menggali tanah dekat dengan rumah-rumah penduduk, seolah-olah tidak ada kendala atau ancaman penertiban sama sekali,” ujar seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Menurut sumber itu, operasi alat berat di Dengilo ini terasa janggal dan berbeda jauh dengan situasi di wilayah tambang lain seperti Bulangita, Teratai, Balayo, hingga Botudulanga, di mana alat-alat berat sudah tidak lagi beroperasi alias “tiarap” sejak isu penertiban merebak.

“Padahal sudah ada kabar penertiban, dorang (mereka) tetap bakarja bahkan pada malam haripun. Yang bikin heran, kenapa cuma di sebagian Dengilo yang masih aktif? Apa karena ada yang ba backing?” ungkapnya curiga.

Salah satu dari narasumber itu mengaitkan perbedaan situasi ini dengan dugaan adanya keterlibatan oknum aparat dalam melindungi aktivitas tambang ilegal tersebut.

“Yang ba backing disitu ada oknum polisi. Info yang beredar, ada nama Joker,” sambungnya lurus.

Kehadiran ekskavator yang tetap beroperasi di beberapa titik, sementara di titik tambang lain sudah berhenti, memunculkan spekulasi adanya dukungan atau perlindungan dari pihak tertentu. Apalagi, contoh keberadaan alat berat di dekat kawasan pemukiman warga dinilai sangat berisiko, baik dari sisi keselamatan, kesehatan, hingga dampak lingkungan jangka panjang.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, dan pemangku kepentingan lain terkait isu ini. Upaya ini dilakukan untuk mendapatkan informasi valid dan balance dalam memberitakan fakta di lapangan.

Kasus ini menjadi cermin penting akan lemahnya konsistensi penegakan aturan di sektor pertambangan rakyat. Ketika penertiban tidak dilakukan secara merata dan tegas, yang muncul justru ketidakpercayaan publik terhadap aparat dan legalitas kebijakan. Dalam konteks yang lebih luas, kelalaian seperti ini berpotensi merusak tatanan sosial dan ekosistem di sekitar wilayah tambang.

Media lokal, seperti IKRARnews.ID , memainkan peran vital dalam mengawal isu ini sebagai bagian dari kontrol sosial. Investigasi terus berlanjut, sebab publik layak mengetahui jawaban atas pertanyaan mendasar ini: apakah benar ada kekuatan tertentu yang membiarkan alat-alat berat ini berjalan di luar kendali hukum?

Red-TimIR.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300