Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Bukan Sekedar Menghadiri RDP, Yosar Ruiba Bawa Solusi Untuk Petani Dan Tetap Komitmen Bantu Masyarakat

293
×

Bukan Sekedar Menghadiri RDP, Yosar Ruiba Bawa Solusi Untuk Petani Dan Tetap Komitmen Bantu Masyarakat

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, POHUWATO – Yosar Ruiba menjadi pusat perhatian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Pohuwato, Rabu, 28/01/2026) yang membahas penderitaan petani akibat dampak aktivitas pertambangan di wilayah hulu.

Di tengah panasnya forum, Yosar tampil sebagai satu-satunya tokoh penambang yang secara terbuka hadir dan menunjukkan keberpihakan nyata kepada petani.

Selama ini, sedimentasi yang berasal dari PETI maupun aktivitas perusahaan tambang telah memperparah kondisi sungai dan saluran irigasi, membuat sawah petani sering terendam lumpur dan aliran air terganggu.

Namun, dari sekian banyak penambang yang beroperasi di areal pertambangan rakyat, hanya Yosar Ruiba yang secara konsisten turun langsung melakukan pengerukan sedimentasi di aliran sungai dan mengairi warga.

Kehadiran Yosar dalam RDP menjadi simbol bahwa tidak semua penambang menutup mata terhadap penderitaan petani.

Ia dikenal aktif membangun sinergitas antara penambang dan petani, dengan pendekatan praktis: membantu pengerukan lumpur, membuka kembali aliran air, dan meminimalkan dampak sedimentasi terhadap sawah.

“Kami ingin mencari solusi terkait legalitas pertambangan rakyat. Penambang sering disudutkan, padahal kami juga bagian dari masyarakat. Saya berkomitmen menjaga sinergi antara petani dan penambang demi keinginan hidup bersama, tanpa ada pihak yang dirugikan,” tegas Yosar dalam forum RDP.

Petani Angkat Topi, Yosar Diapresiasi
Dalam forum tersebut, para petani melalui Abdul Rahman Lukum secara terbuka menyampaikan penghargaan atas kontribusi aktif Yosar Ruiba, Mereka menilai langkah-langkah konkret yang dilakukan Yosar telah membantu meringankan beban petani yang selama ini terdampak sedimentasi.

“Di lapangan, kami melihat langsung siapa yang benar-benar membantu dan peduli terhadap petani. Yosar Ruiba turun dan bekerja. Itu yang kami rasakan,” ujar Abdul Rahman Lukum di hadapan DPRD.

RDP juga memperkuat desakan agar pemerintah segera merealisasikan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) sebagai sandaran legalitas bagi aktivitas penambang rakyat.

Para petani dan penambang menilai, tanpa HKI, situasi akan terus berada di wilayah abu-abu: penambang disudutkan, sementara dampak lingkungan dan sosial tidak ditangani secara sistematis.

Menurut para peserta RDP, kehadiran penambang yang memiliki komitmen sosial seperti Yosar Ruiba justru menunjukkan bahwa legalisasi pertambangan rakyat melalui HKI dapat menjadi jalan tengah, agar aktivitas penambangan lebih terkontrol, bertanggung jawab, dan berpihak pada keberlanjutan lingkungan serta pertanian.

Figur Kontroversial, Tapi Dianggap Solusi oleh Petani Di tengah stigma negatif terhadap penambang, Yosar Ruiba kini muncul sebagai figur yang kontroversial sekaligus dianggap solusi oleh sebagian petani. Bagi mereka, yang terpenting bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata di lapangan.

Kasus ini membuka babak baru dalam hubungan antara petani dan penambang di Pohuwato: dari konflik menuju upaya sinergi, dengan tuntutan yang jelas kepada pemerintah untuk tidak lagi membiarkan kekosongan kebijakan terkait legalitas pertambangan rakyat.

 

Red ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300