IKRARnews.ID, BOALEMO — Suasana yang biasanya aman dan damai di kawasan lapak Centra Kuliner Paguyaman Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo mendadak berubah ricuh, Kamis (22/1/2026). Dua pria terlibat aksi kejar-kejaran yang berujung pada dugaan penganiayaan, membuat pengunjung dan warga sekitar panik. Beruntung, keributan itu cepat dilerai oleh sejumlah pihak yang berada di lokasi kejadian.
Kedua pria tersebut diketahui berinisial RK alias Rinto dan RA alias Noval. Insiden ini bukan sekadar persoalan emosi sesaat, namun disebut dipicu oleh kisah cinta terlarang yang tumbuh diam-diam di balik aktivitas kerja mereka di SPPG Molombulahe (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).
Menurut pengakuan Rinto, keributan bermula ketika ia menuding Noval sering mengganggu, bahkan diduga memiliki hubungan gelap dengan istrinya berinisial EL alias Erni. Dugaan itu semakin memuncak setelah Rinto menemukan chat mesra yang dikirim Noval kepada Erni pada Kamis dini hari, yang seketika membakar amarahnya.
“Setelah baca chat itu, saya naik pitam. Saya sempat adu mulut juga dengan istri,” ungkap Rinto dengan nada geram.
Tak mampu menahan emosi, Rinto kemudian mendatangi kantor SPPG Molombulahe untuk menemui Noval. Ia mengaku awalnya hanya ingin mengajak bicara baik-baik. Namun, Noval disebut enggan menghadapi dan memilih menghindar.
Situasi pun memanas. Rinto mengejar Noval dalam keadaan emosi hingga keduanya berlari-larian dari area kantor, menuju lapangan, lalu kembali lagi hingga ke kawasan lapak Centra Kuliner Paguyaman. Kejar-kejaran itu memicu perhatian warga dan membuat suasana sekitar mendadak tegang.
Belakangan terungkap, Noval dan Erni merupakan karyawan SPPG Molombulahe yang bekerja pada divisi yang sama, yakni divisi pencucian. Keduanya mulai bekerja sejak September 2025. Dari kebersamaan sehari-hari itulah, benih-benih perasaan yang seharusnya tak pernah tumbuh, justru perlahan bersemi.
Rekan kerja menyebut, hubungan keduanya awalnya terlihat “biasa saja”, namun seiring waktu mulai muncul kedekatan yang dianggap tidak wajar. Apalagi, status keduanya berbeda: Noval seorang duda, sementara Erni masih berstatus istri sah Rinto dan telah dikaruniai dua orang anak.
Kisah ini menjadi makin rumit karena dugaan perselingkuhan sebenarnya sudah sempat terbongkar lebih dulu pada November 2025. Saat itu, Rinto sedang berada di luar daerah untuk bekerja, menjalani hubungan jarak jauh (LDR) dengan istrinya.
Rinto mengaku sudah mengetahui dugaan hubungan gelap tersebut pada November, namun saat ia kembali ke Gorontalo, masalah itu diselesaikan secara damai melalui musyawarah di hadapan Kepala Desa Molombulahe. Setelahnya, Rinto menyebut hubungan rumah tangganya kembali berjalan normal dan ia pun menetap di Gorontalo.
Namun ketenangan itu ternyata hanya sementara.
Rinto mengaku kembali terpukul ketika mendapati chat mesra Noval masuk ke ponsel istrinya pada Kamis dini hari. Dari situlah, bara lama yang sempat padam kembali menyala, hingga berujung pada keributan yang menghebohkan warga.
Sementara itu, Noval memberikan versi berbeda. Ia mengaku hubungan gelap itu awalnya bermula dari candaan rekan kerja yang kerap meledek dan seolah “menjodoh-jodohkan” dirinya dengan Erni di divisi pencucian.
Pengakuan itu turut dibenarkan oleh salah satu rekan kerja mereka yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, candaan yang awalnya dianggap sepele, perlahan berubah menjadi kedekatan yang nyata.
Menanggapi kejadian tersebut, Wakorwil SPPI Boalemo, Zulkifli Mantali, membenarkan bahwa persoalan ini memang pernah terjadi sebelumnya. Ia menyebut, setelah kedua pihak membuat surat pernyataan di hadapan Kepala Desa, pihak SPPG mengambil langkah internal berupa teguran lisan dan memisahkan divisi kerja keduanya.
Zulkifli menegaskan, bila masalah ini berkembang menjadi persoalan serius dan mengganggu nama baik lembaga, maka tidak menutup kemungkinan akan ada langkah tegas.
“Kalau ini jadi masalah besar, bukan tidak mungkin bisa dikeluarkan demi menjaga nama baik dan marwah SPPG. Tapi itu hak penuh Kepala SPPG Molombulahe,” tegasnya.
Di balik citra pelayanan pemenuhan gizi yang selama ini dikenal hangat dan penuh kebersamaan, kasus ini menjadi tamparan keras bahwa urusan hati bisa berubah menjadi bara, terutama ketika cinta tumbuh di tempat yang salah.
Kisah yang semula terlihat seperti kedekatan rekan kerja, kini berubah menjadi drama cinta terlarang, merobek ketenangan lingkungan kerja, merusak keharmonisan rumah tangga, hingga memicu keributan yang menggemparkan warga Paguyaman.
Dan semuanya bermula dari satu hal sederhana, namun mematikan, chat mesra dini hari.
Red. ***















