Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
banner 325x300
Berita

Cinta Dua Negara: Pria Jiangxi Tiongkok Takluk Pada Pesona Primadona Boalemo Gorontalo

222
×

Cinta Dua Negara: Pria Jiangxi Tiongkok Takluk Pada Pesona Primadona Boalemo Gorontalo

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, BOALEMO — Kisah cinta beda negara kembali terjadi di Gorontalo. Kali ini, romansa bak cerita film, antara lelaki Tiongkok asal Jiangxi dan gadis desa sederhana dari Molombulahe, mendadak menyita perhatian warga Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Dialah Herlina Hippy (22), gadis desa Molombulahe yang akrab disapa Lina, putri dari pasangan Yunus Hippy dan Maimuna Dehi, anak keempat dari lima bersaudara. Dalam senyum malu-malu yang tak bisa disembunyikan, Lina kini tengah diliputi kebahagiaan, setelah hatinya ditambatkan oleh pria asal Tiongkok bernama Zhong Denghui.

Zhong Denghui (29), warga Desa Xiaoba, Kecamatan Zhuangkou, Kabupaten Huichang, Kota Ganzhou, Provinsi Jiangxi, disebut datang jauh-jauh dari negeri Tirai Bambu untuk menemui perempuan yang baru dikenalnya, hanya dalam hitungan hari.

Pada Kamis (22/1/2026), Zhong tiba dan berkunjung ke kampung halaman Lina. Kedatangannya bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi langkah serius yang membuat warga ikut tertegun, bagaimana mungkin cinta yang baru seumur jagung bisa begitu meyakinkan, hingga seorang pria dari Jiangxi rela menempuh ribuan kilometer demi bertemu sang pujaan hati di Gorontalo?

Saat ditemui media di kediamannya, didampingi Kepala Dusun Gompase Induk Marten Sapali, Jum’at (23/1/2026), Lina mengungkap awal perkenalan mereka yang terbilang sangat singkat, namun terasa “penuh keyakinan”.

Lina bercerita, sebelumnya ada seorang gadis asal Desa Sosial, Kecamatan Paguyaman, yang telah menikah dengan pria asal China. Pria tersebut diketahui bersahabat dengan Zhong. Dari situlah benang merah pertemuan mereka dimulai.

Pada Senin (19/1/2026), Zhong pertama kali menghubungi Lina melalui WhatsApp. Obrolan ringan berubah menjadi komunikasi intens, lalu berkembang menjadi ketertarikan yang tak lagi bisa ditahan.

Yang mengejutkan, baru sepekan berkenalan, Zhong justru mengambil keputusan besar, terbang ke Indonesia, lalu langsung menuju Boalemo, Gorontalo, untuk menemui Lina secara langsung.

Seolah tak ingin kisah ini hanya berhenti di layar ponsel, Zhong memilih membuktikan keseriusannya lewat tindakan nyata, layaknya kisah CEO jatuh cinta pada primadona desa, yang sederhana, namun memikat.

Namun Lina tak ingin terburu-buru. Ia mengaku meminta waktu untuk saling mengenal lebih dalam, memastikan perasaan ini bukan sekadar euforia sesaat.

“Kalau memang berjodoh, saya siap dibawa ke China,” ujar Lina, namun ia menegaskan ada satu syarat yang tak bisa ditawar, harus sering-sering pulang berkunjung ke kampung halamannya di Gorontalo.

Bagi Lina, cinta boleh lintas negara, tetapi akar keluarga dan tanah kelahiran tetap harus dijaga.

Sementara itu, Zhong menyampaikan niatnya dengan tenang namun penuh ketegasan. Ia mengaku memiliki pekerjaan tetap di Tiongkok, sehingga ia tetap harus kembali ke negaranya.

“Karena saya memiliki pekerjaan tetap di Tiongkok maka saya akan pulang. Jika dia (Lina) berkenan, maka saya akan kembali ke sini untuk sementara waktu,” ungkap Zhong.

Tak hanya itu, Zhong juga menegaskan bahwa hubungan mereka bukan sekadar urusan dua hati, melainkan juga dua keluarga yang harus saling merestui.

“Persetujuan orang tua mutlak diperlukan karena urusan hati tidak bisa dipisahkan. Persetujuan kedua belah pihak dibutuhkan,” katanya sambil tersenyum, dengan raut wajah yang tampak berbunga-bunga.

Diketahui, Zhong akan menetap sementara di sebuah kontrakan di Desa Molombulahe untuk beberapa waktu. Bahkan, keluarganya di Tiongkok disebut ikut larut dalam kebahagiaan.

Dalam sehari, orang tua Zhong disebut bisa melakukan hingga empat kali video call dan telepon, memastikan anak sulung dari tiga bersaudara itu baik-baik saja di tanah rantau.

Di sisi lain, dukungan keluarga Lina juga menjadi sorotan. Sang ayah, Yunus Hippy, mengaku menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada anaknya.

“Apapun keputusan Lina, saya akan mendukung kalau itu yang terbaik. Yang terpenting adalah pria tersebut dapat bertanggung jawab,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk memastikan semuanya berjalan sesuai aturan, pihak Polsek Paguyaman turut turun melakukan pemeriksaan administrasi. Hasilnya, dokumen Zhong dinyatakan lengkap dan legal.

Paspor serta surat-surat lainnya dinilai masih berlaku, sehingga keberadaan Zhong di wilayah tersebut dinyatakan tidak bermasalah secara administratif.

Kini, kisah cinta antara Jiangxi, Tiongkok dan Gorontalo, Indonesia itu seolah menjadi pengingat, jarak ribuan kilometer bisa kalah oleh keyakinan, dan cinta yang lahir dari perkenalan singkat pun bisa tumbuh menjadi cerita besar, asal dijaga dengan niat baik, restu keluarga, serta langkah yang bertanggung jawab.

 

Red. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300
banner 325x300