Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Dinilai Prank Rakyat Mananggu : PAHAM Janjikan Infrastuktur Namun Tinggal Sekedar Janji,Kepercayaan Publik Terancam Runtuh

97
×

Dinilai Prank Rakyat Mananggu : PAHAM Janjikan Infrastuktur Namun Tinggal Sekedar Janji,Kepercayaan Publik Terancam Runtuh

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, Boalemo – Pemerintahan PAHAM kembali menjadi sorotan tajam publik setelah dinilai gagal menepati janji politik yang pernah disampaikan kepada masyarakat Kecamatan Mananggu. Janji melanjutkan pembangunan jalan lurus yang digaungkan saat masa kampanye kini berubah menjadi kekecewaan mendalam, menyusul berdirinya bangunan Koperasi Merah Putih di lokasi yang seharusnya menjadi kelanjutan infrastruktur tersebut.

Bagi warga Mananggu, kondisi ini bukan sekadar kesalahan perencanaan, melainkan bentuk nyata pengingkaran janji politik. Janji yang dahulu dijadikan alat meraih simpati rakyat kini justru berbalik menjadi bukti bahwa komitmen tersebut tak lebih dari strategi elektoral semata.

Tokoh pemuda Mananggu, Romin Muslim, dengan tegas menyebut apa yang terjadi sebagai “prank politik” terhadap masyarakat.

“Kami tidak sedang salah paham. Janji itu disampaikan secara terbuka, disaksikan masyarakat. Tapi hari ini yang kami lihat bukan realisasi, melainkan pengalihan. Ini bukan kelalaian, ini pengkhianatan terhadap harapan rakyat,” tegas Romin pada Jumat (02/01/2026).

Ia menilai pembangunan Koperasi Merah Putih di atas kebutuhan dasar yang belum terpenuhi adalah bentuk kegagalan membaca realitas lapangan. Menurutnya, pemerintah terkesan lebih sibuk membangun simbol ketimbang menyelesaikan persoalan fundamental yang menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Jalan itu urat nadi aktivitas warga. Tanpa jalan yang layak, semua sektor lumpuh. Tapi justru itu yang diabaikan. Lalu apa arti janji politik jika setelah berkuasa semuanya berubah arah?” ujarnya dengan nada keras.

Romin juga menegaskan bahwa masyarakat Mananggu bukan objek eksperimen kebijakan, apalagi alat legitimasi politik lima tahunan. Ia menyebut, jika pola seperti ini terus dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap pemerintahan PAHAM akan runtuh dengan sendirinya.

“Jangan salahkan rakyat jika ke depan muncul gelombang kekecewaan. Ini bukan sekadar kritik, tapi peringatan serius. Pemerintahan dibangun atas kepercayaan, dan kepercayaan itu kini sedang terkikis,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Boalemo maupun unsur PAHAM terkait alasan belum direalisasikannya pembangunan jalan yang telah dijanjikan. Publik kini menunggu, apakah pemerintah akan menjawab dengan tindakan nyata, atau kembali membiarkan janji politik menjadi arsip kosong tanpa makna.

AK.P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300