IKRARnews.ID, Pohuwato – Keluarga korban kecelakaan tunggal yang terjadi di Desa Soginti, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, menyampaikan keberatan atas berbagai postingan dan pemberitaan yang beredar di media sosial maupun sejumlah platform informasi.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 21.00 Wita, yang mengakibatkan seorang pria berinisial IS, warga Desa Popaya, meninggal dunia di lokasi kejadian.
Adik korban, Dirly Rajak, mengungkapkan bahwa sejumlah informasi yang beredar dinilai tidak akurat dan cenderung bersifat spekulatif. Ia menegaskan bahwa banyak pihak yang menyampaikan pendapat tanpa mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
“Kadang orang merasa paling tahu kondisi korban, padahal tidak ada di lokasi dan tidak punya data apapun. Tuduhan seperti ini bukan cuma tidak membantu, tapi juga bisa melukai perasaan keluarga yang sedang berduka. Mungkin kita semua perlu ingat, empati itu lebih penting daripada sekadar ingin berkomentar,” ujar Dirly.
Pihak keluarga juga secara terbuka meminta agar postingan atau informasi yang belum terverifikasi dapat dihapus, mengingat kondisi keluarga yang masih dalam suasana duka mendalam.
Berdasarkan informasi sementara dari keluarga, korban saat itu tengah dalam perjalanan dari arah Kecamatan Dengilo menuju Kecamatan Marisa dengan menggunakan sepeda motor. Namun, terkait penyebab pasti kecelakaan, pihak keluarga meminta publik untuk tidak berspekulasi sebelum ada keterangan resmi.
Sementara itu, pihak kepolisian hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait kronologi dan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menyampaikan informasi, serta mengedepankan empati, terutama terhadap keluarga korban yang sedang menghadapi kehilangan.
Red **

















