Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
banner 325x300
Berita

Nama Kapolres Boalemo Dicatut, Wartawan Ungkap Dugaan Penipuan Terkait Isu PETI di Hutan Sapa Boalemo

112
×

Nama Kapolres Boalemo Dicatut, Wartawan Ungkap Dugaan Penipuan Terkait Isu PETI di Hutan Sapa Boalemo

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, Kabupaten Boalemo – Dugaan penipuan dengan mencatut nama pejabat kembali mencuat. Kali ini, nama Kapolres Boalemo diduga disalahgunakan oleh pihak tak dikenal untuk menanyakan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Hutan Sapa, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Hal tersebut diungkapkan oleh Arlan R. Arif, seorang wartawan di Provinsi Gorontalo, pada Selasa (24/03/2026). Ia mengaku dihubungi oleh nomor tak dikenal yang menggunakan foto profil WhatsApp bergambar Kapolres Boalemo.

Menurut Arlan, komunikasi pertama terjadi pada Rabu (18/03/2026), ketika nomor tersebut mulai menanyakan aktivitas para pelaku usaha PETI di Hutan Sapa yang sebelumnya sempat ia beritakan. Tidak berhenti di situ, Arlan kembali dihubungi pada Selasa pagi (25/03/2026) sebanyak empat kali, bahkan hingga melalui panggilan video.

“Pada hari Rabu tanggal 18 Maret saya dihubungi nomor tidak dikenal dengan foto profil Kapolres Boalemo. Dia menanyakan soal aktivitas PETI di Hutan Sapa yang pernah saya beritakan. Hari ini saya dihubungi lagi sampai empat kali, bahkan sempat video call,” ungkap Arlan.

Ia menilai tindakan tersebut janggal dan berpotensi sebagai upaya penipuan atau penyalahgunaan nama pejabat untuk kepentingan tertentu.

“Kalau memang resmi, tentu ada mekanisme yang jelas. Ini justru terkesan tidak profesional dan patut dipertanyakan,” tegasnya.

Arlan juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan aparat penegak hukum tanpa identitas yang jelas. Ia menekankan pentingnya melakukan verifikasi sebelum merespons komunikasi mencurigakan.

Lebih lanjut, Arlan berharap aparat kepolisian dapat segera menelusuri dugaan pencatutan nama tersebut guna mencegah keresahan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Boalemo saat dikonfirmasi melalui WhatsApp dengan tegas membantah keterlibatannya. Ia memastikan bahwa nomor tersebut bukan miliknya dan merupakan tindakan penipuan.

“Penipuan. Nomor WhatsApp-nya berapa, biar saya lidik,” tegas Kapolres Boalemo.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap modus penipuan yang semakin beragam, termasuk yang mencatut nama pejabat demi meyakinkan korban.

 

RED ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300
banner 325x300