Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDaerahHukrimOpini

Oknum Guru P3K Diduga Lecehkan Santri di Pesantren Alkhairat Tahele, Fakta Awal Mulai Terungkap

1332
×

Oknum Guru P3K Diduga Lecehkan Santri di Pesantren Alkhairat Tahele, Fakta Awal Mulai Terungkap

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, POHUWATO – Dunia pendidikan di Kabupaten Pohuwato kembali diguncang oleh dugaan tindakan asusila yang melibatkan seorang oknum Guru P3K berinisial ARS. Oknum tersebut diketahui bertugas di bawah Kementerian Agama dan ditempatkan di wilayah Popayato Timur. Ia diduga melakukan pelecehan terhadap seorang santri di Pesantren Alkhairat, Desa Tahele, Kecamatan Popayato Timur.

Informasi awal yang dihimpun awak media pada Senin (24/11/25) disampaikan oleh seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurutnya, isu ini mulai mencuat setelah adanya laporan internal yang berkembang di lingkungan pesantren.

“Iya, informasinya begitu. Oknum guru itu berinisial ARS, dia P3K di Kemenag dan ditempatkan di Popayato Timur. Ada dugaan bahwa dia melakukan tindakan yang tidak pantas terhadap salah satu santri,” ujar narasumber tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa kabar ini telah menimbulkan kegelisahan di kalangan pengurus serta para santri. “Ini membuat banyak orang resah, karena pesantren seharusnya menjadi tempat yang benar-benar aman bagi anak-anak,” ungkapnya.

Narasumber menegaskan bahwa kasus seperti ini tidak boleh didiamkan.
“Bahwa ini tidak bisa dilakukan pembiaran, harus ditindaklanjuti,” ucapnya menegaskan.

Saat ini, awak media masih melakukan penelusuran lebih dalam, termasuk berupaya meminta keterangan resmi dari pengelola Pesantren Alkhairat, keluarga siswa, dan pihak Kementerian Agama setempat. Konfirmasi dari aparat berwenang juga masih ditunggu untuk menghindari kesimpangsiuran informasi.

Dugaan ini menjadi perhatian serius karena menyangkut perlindungan anak dan integritas lingkungan pendidikan berbasis asrama. Pesantren, sebagai ruang pembinaan moral dan spiritual, dituntut untuk memastikan keamanan santri tanpa kompromi.

Awak media akan terus memberikan pembaruan seiring perkembangan penelusuran di lapangan.

Red-IR.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300