Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
banner 325x300
Berita

Saling Lempar Bola : DPRD Kota Gorontalo Desak Pemkot Tutup Peternakan Ayam Tenilo

71
×

Saling Lempar Bola : DPRD Kota Gorontalo Desak Pemkot Tutup Peternakan Ayam Tenilo

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, Kota Gorontalo – Saling lembar bola antara Dekot dan Pemkot Terkait Persoalan Kandang Ayam. Begini penjelsalan dari Ketua Komisi II DPRD Kota Gorontalo, Herman Haluti, menegaskan bahwa keputusan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebelumnya sudah jelas meminta penghentian aktivitas peternakan tersebut. Saat dikonfirmasi Awak media, Herman mendesak agar operasional kandang ayam segera dihentikan. Minggu, (08/03/2026)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo menyoroti aktivitas peternakan ayam petelur di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Pasalnya, peternakan tersebut masih beroperasi meski sebelumnya telah direkomendasikan untuk ditutup.

Ia menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut, pemerintah daerah diminta mengambil langkah penutupan sembari memberikan waktu satu bulan kepada pemilik usaha untuk memindahkan ternaknya.

“Hasil keputusan RDP Komisi II lalu sudah jelas, yakni meminta pemerintah daerah menutup peternakan tersebut dan hanya memberi waktu satu bulan untuk pemindahan ternak,” ujarnya kepada Ikrarnews.Id

Namun hingga kini, menurut Herman, belum terlihat tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk menindaklanjuti keputusan tersebut.

Kondisi ini sangat disayangkan mengingat keberadaan kandang ayam di tengah permukiman warga sudah lama dikeluhkan. Oleh karena itu, ia kembali meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas demi menjaga kesehatan masyarakat sekitar.

“Untuk menghindari konflik antara masyarakat dan pemilik kandang, saya meminta pemerintah segera menindaklanjuti hasil keputusan rapat dengan Komisi II,” tambahnya.

Meski demikian, Herman menekankan bahwa keputusan DPRD dalam forum RDP bersifat rekomendasi, sedangkan kewenangan eksekusi berada sepenuhnya di tangan pemerintah daerah. “Keputusan DPRD sifatnya rekomendasi, eksekutornya adalah Pemda,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kota Gorontalo terkait tindak lanjut tersebut.

Tim Ikrarnews.Id Gorontalo terus berupaya mengonfirmasi langkah yang akan diambil pemerintah daerah terhadap aktivitas kandang di Kelurahan Tenilo yang terpantau masih berjalan normal.

Pantauan Awak Media Ikrarnews Id Ikrarnews Id Kota Gorontalo di Lokasi Berdasarkan pantauan Ikrarnews.Id, pintu akses kandang di sisi utara maupun barat terlihat tertutup rapat.

Setelah masuk ke dalam, terlihat aktivitas rutin seperti pemberian pakan, penyortiran telur, hingga pembersihan area tetap berlangsung. Antir Ali, salah seorang pekerja di lokasi, mengaku tidak mengetahui perkembangan hasil RDP. Menurutnya, persoalan tersebut sepenuhnya urusan pemilik usaha.

Di sisi lain, warga sekitar masih merasakan dampak lingkungan. Jenab Mohamad, warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan tembok kandang, mengeluhkan bau menyengat dan serbuan lalat, terutama saat musim hujan.

“Kalau hujan, baunya sangat menyengat. Baru-baru ini juga banyak lalat,” kata Jenab. Selain bau, ia juga mengeluhkan kebisingan suara ayam pada malam hari. Jenab pun menyayangkan lahan yang awalnya direncanakan untuk pekuburan justru dijadikan kandang ayam.

Berbeda dengan Jenab, warga lainnya, Apriyanto Abdul, mengaku tidak terlalu mempermasalahkan keberadaan peternakan tersebut.

Meski dapurnya berbatasan langsung dengan kandang, ia merasa bau yang muncul tidak terlalu parah. “Ada bau, tapi hanya sesekali kalau terbawa angin,” ungkapnya.

Sebelumnya, polemik kandang ayam di Kelurahan Tenilo ini memicu protes warga karena lokasinya berada di pemukiman padat penduduk.

Hal ini mendorong DPRD Kota Gorontalo menggelar RDP yang melibatkan pihak-pihak terkait untuk memutuskan penghentian aktivitas peternakan demi kenyamanan dan kesehatan masyarakat

Hingga mendesak pemkot ikut andil dalam polemik ini jangan saling melempar bola seolah tak ada penyelesaian dalam polemik kandang ayam tersebut.

Red/Zulhas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300
banner 325x300