Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
banner 325x300
Berita

Tradisi Tumbilotohe Jadi Peluang Usaha Warga Gorontalo, Eman Djakaria Aktif Produksi Alikusu

50
×

Tradisi Tumbilotohe Jadi Peluang Usaha Warga Gorontalo, Eman Djakaria Aktif Produksi Alikusu

Sebarkan artikel ini

IKARnews.ID. kota Gorontalo – Tradisi Tumbilotohe di Provinsi Gorontalo memberikan peluang usaha bagi masyarakat. Eman Djakaria, warga Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, secara aktif memproduksi Alikusu—pintu gerbang adat tradisional Gorontalo yang biasa dipasang pada malam ke-27 Ramadan. Minggu, (08/03/2026)

Alikusu merupakan gerbang tradisional yang terbuat dari rangka kayu dan dihiasi janur kuning atau daun kelapa muda. Pada bagian atasnya digantung lampu botol (tohe), yang menjadi ciri khas perayaan Tumbilotohe.

Namun, Eman menjelaskan bahwa saat ini bahan hiasan mengalami sedikit perubahan. Janur kuning diganti dengan kertas berwarna kuning agar lebih praktis dan mudah diperoleh.

Ia mulai membuat Alikusu setelah menerima desain dari Pemerintah Kota Gorontalo dan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata.

“Saya dapat desainnya, lalu konfirmasi ke Dinas Pariwisata, baru mulai bikin,” ujarnya.

Hal tersebut karena di beberapa lokasi yang biasanya menjual Alikusu, belum terlihat aktivitas serupa.

Pantuan ikrarnews.Id Kota Gorontalo pada saat ini, ia telah membuat sekitar 20 unit dari target 50 unit, bahkan bisa lebih jika memungkinkan.

Alikusu tersebut diminati masyarakat sekitar dan juga dipesan oleh sejumlah instansi. “Dari kemarin sudah ada pesanan dari kantor dan sekolah,” katanya.

Hal ini membuat usaha musiman tersebut cukup menjanjikan. Ia berharap produksi tahun ini bisa melampaui capaian tahun sebelumnya.

Selain itu, ia juga ingin memperkenalkan kembali nilai budaya Gorontalo kepada generasi muda.

Menurutnya, tradisi Tumbilotohe harus terus dilestarikanagar tidak hilang ditelan zaman. Dengan adanya Alikusu, masyarakat memiliki sarana untuk menjaga identitas budaya Gorontalo tercinta.

Eman menegaskan bahwa usaha ini bukan semata mencari keuntungan, tetapi juga bentuk kontribusi terhadap pelestarian tradisi di seluruh wilayah provinsi Gorontalo.

 

Red / Zulhas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300
banner 325x300