Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
Berita

Viral Warga Tolangohula Datangi PT PG Gorontalo, Bupati Sofyan Puhi Turun Tangan: Kadis Diutus Buka Dialog

74
×

Viral Warga Tolangohula Datangi PT PG Gorontalo, Bupati Sofyan Puhi Turun Tangan: Kadis Diutus Buka Dialog

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, Gorontalo — Video viral yang memperlihatkan warga Kecamatan Tolangohula meluapkan kemarahan di kantor PT PG Gorontalo akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Bupati Gorontalo, H. Sofyan Puhi, S.T., menegaskan tidak tinggal diam atas kegaduhan yang mencerminkan mandeknya komunikasi antara perusahaan dan masyarakat sekitar.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa (3/2/2026) itu menyedot perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, seorang warga bernama Yusuf, perwakilan masyarakat Desa Gandaria, tampak emosi usai merasa diabaikan berjam-jam saat hendak berdialog dengan pihak manajemen PT PG Gorontalo.

Saat dikonfirmasi media pada Rabu (4/2/2026), Bupati Sofyan Puhi memastikan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat. Ia mengaku telah mengutus kepala dinas terkait untuk menemui pihak perusahaan guna mengklarifikasi persoalan sekaligus membuka ruang komunikasi yang selama ini dinilai buntu.

“Butuh konfirmasi ke PG, saya sudah tugaskan kadis,” ujar Bupati singkat namun tegas.

Respons tersebut menegaskan sikap Bupati Gorontalo yang tidak menutup mata terhadap keresahan warganya, terlebih ketika persoalan tersebut telah berkembang menjadi konsumsi publik dan berpotensi memicu konflik sosial yang lebih luas.

Diketahui, Yusuf bersama sejumlah warga mendatangi kantor PT PG Gorontalo dengan maksud menyampaikan aspirasi secara baik-baik. Isu utama yang ingin disampaikan adalah dugaan minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam perekrutan karyawan musim tebang, sementara pekerja dari luar daerah justru dinilai lebih diutamakan.

Namun alih-alih mendapat ruang dialog, Yusuf mengaku justru didiamkan tanpa kepastian. Tidak ada pimpinan perusahaan yang menemui mereka, bahkan setelah menunggu dalam waktu yang lama. Situasi inilah yang memicu luapan emosi hingga akhirnya terekam kamera dan viral.

Warga menilai sikap PT PG Gorontalo tersebut bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan cerminan tertutupnya pintu dialog terhadap masyarakat yang hidup berdampingan langsung dengan aktivitas perusahaan. Padahal, dampak operasional perusahaan, mulai dari limbah hingga kerusakan infrastruktur, dirasakan langsung oleh warga Tolangohula.

Di tengah memanasnya situasi, langkah Bupati Gorontalo dinilai sebagai sinyal penting bahwa pemerintah daerah tidak membiarkan warganya berjuang sendiri. Warga berharap, kehadiran pemerintah dapat menjadi penyeimbang agar dialog antara perusahaan dan masyarakat berlangsung secara adil, terbuka, dan bermartabat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT PG Gorontalo belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden viral tersebut maupun langkah konkret yang akan diambil untuk merespons tuntutan masyarakat.

Sementara itu, warga Tolangohula menegaskan bahwa mereka tidak menuntut lebih, selain hak untuk didengar di tanah mereka sendiri. Mereka berharap perhatian Bupati Gorontalo tidak berhenti pada penugasan semata, tetapi benar-benar berujung pada solusi yang berpihak pada keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat lokal.

 

Red ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300