IKRARnews.ID, Pohuwato – Tidak semua impian masa kecil mampu bertahan di tengah arus waktu. Namun bagi Yosar Ruiba, pecatur berbakat asal Gorontalo yang kini menjabat sebagai Bendahara Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Provinsi Gorontalo, cita-cita untuk meraih gelar Master Nasional (MN) tetap hidup dan semakin nyata di depan mata.
Kemenangan penting yang diraihnya pada babak terbaru Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-50 di Mamuju menjadi momentum penting dalam kariernya. Yosar kini hanya berjarak satu langkah lagi menuju gelar bergengsi tersebut — sebuah pencapaian yang telah ia impikan sejak duduk di bangku kelas 3 SD.
“Semoga bisa tercapai,” tulisnya sederhana dalam unggahan media sosial pada Senin (11/11), namun sarat makna perjuangan panjang seorang pecatur yang meniti jalannya melalui disiplin dan dedikasi tanpa henti.
Bagi Yosar, gelar MN. Yosar Ruiba, WNM., PN. bukan sekadar simbol kebanggaan, tetapi refleksi dari proses intelektual yang panjang. Dunia catur baginya bukan hanya soal kemenangan di atas papan 64 kotak, melainkan juga ruang pembentukan karakter, konsistensi berpikir, dan kemampuan membaca arah kehidupan dengan strategi yang matang.
“Gelar ini akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik dan profesional saya di dunia catur,” ujarnya. “Ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi bukti nyata dari kerja keras dan ketekunan yang telah saya jalani selama bertahun-tahun.”
Yosar memahami bahwa menjadi pecatur bukan hanya soal kemampuan taktis, melainkan soal kemampuan menata emosi dan menjaga kejernihan berpikir di tengah tekanan. Ia percaya, setiap langkah bidak memiliki konsekuensi, sebagaimana keputusan hidup yang harus diambil dengan pertimbangan matang dan kesabaran tinggi.

Dalam perjalanannya, Yosar tidak berjalan sendiri. Ia mengakui bahwa keberhasilannya tak lepas dari dukungan keluarga, pelatih, dan komunitas PERCASI yang senantiasa menjadi sumber semangat.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberi dukungan, doa, dan nilai-nilai positif untuk saya selama ini,” ungkapnya penuh rasa syukur.
Spirit kebersamaan ini juga ia wujudkan dalam bentuk nyata — menjadi mentor dan pembina bagi pecatur muda di Gorontalo. Dalam berbagai kesempatan, Yosar kerap turun langsung memberi pelatihan dan motivasi bagi generasi penerus agar mampu bersaing di level nasional.
Bagi Yosar Ruiba, catur adalah cermin kehidupan intelektual. Permainan ini mengajarkan disiplin berpikir, ketelitian dalam mengambil keputusan, serta kemampuan untuk tetap tenang dalam situasi sulit.
“Catur bukan sekadar olahraga otak, tetapi sarana pendidikan karakter. Ia mengajarkan kita untuk berpikir jernih, sabar, dan tidak mudah menyerah,” tuturnya dalam satu kesempatan.
Dengan filosofi ini, Yosar tidak hanya bermain untuk menang, tetapi berjuang untuk memahami makna di balik setiap langkah — bahwa strategi tanpa nilai adalah kesia-siaan.
Menutup perjalanannya menuju gelar Master Nasional, Yosar mengutip semboyan “Gens Una Sumus” — semboyan resmi komunitas catur dunia yang berarti “Kita adalah satu keluarga.” Bagi Yosar, semboyan ini menggambarkan esensi sejati catur: persatuan, solidaritas, dan kebersamaan dalam intelektualitas.
Kini, di tengah langkah menuju gelar MN yang tinggal selangkah lagi, Yosar Ruiba telah menegaskan dirinya bukan hanya sebagai pecatur unggulan Gorontalo, tetapi juga simbol inspiratif bagi generasi muda Indonesia.
Ia membuktikan bahwa ketekunan, disiplin, dan kecerdasan strategis bukan hanya kunci kemenangan di atas papan catur — tetapi juga fondasi utama untuk menaklukkan permainan kehidupan itu sendiri.
Red-IR.ID

















