IKRARnews.ID, Pohuwato – Masyarakat Dengilo dan Paguat khususnya para pelaku UMKM. memberikan dukungan, dan bersyukur saat aktivitas tambang dengelo kembali beraktivitas.
Sebab pasca penertiban bulan kemarin, mereka ikut merasakan dampak ekonomi, dan daya beli masyarakat paguat dengilo, sangat menurun di bandingkan dari sebelum tambang di tertibkan,Hal ini di sampaikan oleh beberapa, pelaku UMKM kepada kami awak media.
“Susah Kalau tambang di tutup pak. Karna torang pe nasi kuning, ayam geprek dan rampa-rampa so banyak yang tidak laku, tidak sama dengan waktu tambang masih ta buka (Susah Kalau Tambang ditutup pak,Karena jualan kami seperti nasi kuning,ayam geprek,dan rempah-rempah sudah tidak laku lagi,tidak sama dengan waktu tambang buka)”Ujar masyarakat yang enggan disebutkan namanya
Olehnya, betapa besar pengaruh, dan pentingnya tambang dengilo ini memberi ruang hidup bagi warga dengilo dan paguat,Sebab hal ini menjadi siklus perputaran ekonomi di 2 kecamatan ini.
Maka dari itu mereka, warga dengilo dan paguat sangat senang dan bersyukur jika aktivitas tambang dengilo kembali di buka, dan beraktivitas seperti biasanya.
Sembari juga Masyarakat menyatakan sikap, untuk mendukung manakala aktivitas ini kembali di buka. Adapun dukungan tersebut tidak hanya datang dari pelaku UMKM, tetapi juga datang dari berbagai macam elemen. Baik itu tokoh masyarakat maupun pengangguran.
Sebab, selain jadi sektor perputaran ekonomi, aktivitas tambang juga sangat membuka lapangan pekerjaan bagi warga paguat dengilo yang nganggur dan tidak memiliki legalitas pendidikan yang memadai saat melamar pekerjaan di kantor swasta maupun negeri, serta perusahan dan kantor lainnya.
Tokoh masyarakat setempat juga menegaskan bahwa dukungan diberikan dengan catatan Penting kiranya pengawasan ketat terhadap lingkungan.
“pertambangan rakyat harus dijalankan sesuai dengan cara dan mekanisme yg benar-benar memikirkan kepentingan bersama,sehingga tdk menimbulkan gesekan antara yg di hulu dan di hilir yakni antar penambang dan petani Sehingga terjadilah kolaborasi lintas sektor” tutupnya.
Red ****

















