IKRARnews.ID, Boalemo, Gorontalo — Semangat otomotif anak muda Kecamatan Paguyaman kembali menunjukkan tajinya dalam ajang “Open Tournament Drag Bike dan Drag Race Trophy Bupati Boalemo 2026” yang digelar di Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, pada 15 hingga 17 Mei 2026. Event bergengsi tersebut sukses menjadi panggung pembuktian bagi Tim Ilyas Laba Laba Axella yang tampil impresif dengan membawa pulang lima medali dari berbagai kelas pertandingan.
Tim yang disponsori oleh Ilyas Jhabar atau yang akrab dikenal Bung Ilyas Laba Laba, warga Desa Wongahu Dusun Datahu, berhasil mencuri perhatian publik otomotif Boalemo. Dalam persaingan sengit antar pembalap, tim ini sukses meraih posisi juara di sejumlah kelas bergengsi.
Pada kelas Braket 11 Detik, pembalap Antos Tangahu berhasil merebut Juara 2, sementara Bahtiar Suhad mengamankan posisi Juara 3. Tidak hanya itu, pada kelas Braket 11,5 Detik, Rafit Podung tampil gemilang dengan meraih Juara 1, sedangkan Santo Thaib sukses finis di posisi Juara 3.
Sementara di kategori Woman Only, nama Inka Kamaru turut menjadi sorotan setelah menunjukkan performa kompetitif di lintasan balap yang dipenuhi atmosfer adrenalin tinggi.
Keberhasilan tersebut menjadikan Tim Ilyas Laba Laba Axella sebagai salah satu tim lokal paling bersinar dalam ajang drag race tingkat Boalemo tahun ini. Dukungan penuh dari sponsor dan manajemen dinilai menjadi faktor penting di balik kesuksesan para rider muda asal Paguyaman tersebut.
Tim ini dipimpin langsung oleh Manager Ilyas Jhabar dengan dukungan Asisten Manager Sarifudin Adenga atau yang akrab disapa Ka Pulu. Keduanya dinilai mampu membangun kekompakan tim sekaligus memotivasi para pembalap muda untuk terus berkembang di dunia otomotif.
Bung Ilyas Laba Laba mengatakan bahwa keikutsertaan timnya bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda agar menyalurkan hobi balap di tempat yang benar dan aman.
“Membangkitkan jiwa otomotif buat para pemuda-pemuda Paguyaman dan menunjukkan kepada pemuda Kecamatan Paguyaman bahwa senior-senior bisa, kenapa yang junior tidak bisa. Dengan adanya aksi dari para senior di event drag race ini, Insya Allah bisa memotivasi pemuda Kecamatan Paguyaman untuk tidak melakukan balap liar,” ujar Ilyas.
Ajang drag race tersebut tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga dinilai mampu menjadi sarana positif untuk menekan aksi balap liar yang kerap meresahkan pengguna jalan. Kehadiran event resmi seperti ini diharapkan dapat melahirkan pembalap-pembalap potensial dari Gorontalo yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Red (Ichal)













