Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
banner 325x300
Berita

Lagi-lagi Keputusan DPRD Tak Hentikan Aktivitas Polemik Kandang Ayam di Kelurahan Tenilo, Ada Apa ?

59
×

Lagi-lagi Keputusan DPRD Tak Hentikan Aktivitas Polemik Kandang Ayam di Kelurahan Tenilo, Ada Apa ?

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, Gorontalo – Waduh terjadi lagi Polemik terkait kandang ayam petelur di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, kembali menjadi sorotan publik. Minggu, (08/03/2026)

Meski DPRD Kota Gorontalo telah memutuskan penghentian operasional dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), aktivitas di lokasi masih berjalan normal.

Dihimpun Awak Media Ikrarnews.Id Kota Gorontalo menunjukkan kegiatan peternakan tetap berlangsung. Pekerja terlihat memberi makan ayam, menyortir telur, hingga membersihkan kandang.

Awalnya, pengamatan dilakukan dari luar area kandang. Pintu akses di sisi utara maupun barat tampak tertutup rapat.

Namun beberapa saat kemudian, awak media Ikrarnews.Id Kota Gorontalo diperkenankan masuk ke dalam area untuk melihat langsung aktivitas di lokasi. Di dalam kandang, seorang pekerja terlihat sibuk menjalankan rutinitas harian.

Pekerja itu adalah Antir Ali. Ia mengaku tidak mengetahui perkembangan terkait keputusan DPRD. Menurut Antir, urusan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik usaha.
Kurang tahu, Pak, cuma bos yang bicara,” ujarnya singkat.

Ia juga menyebut tidak pernah mendengar adanya rencana penutupan kandang ayam tersebut. Menurutnya, aktivitas di lokasi tetap berjalan seperti biasa.

Antir bahkan mengaku tidak mengetahui adanya protes dari warga sekitar. “Kalau itu saya kurang tahu, Pak,” pungkasnya.

Sementara itu, sebagian warga di sekitar lokasi masih merasakan dampak dari aktivitas peternakan.

Apriyanto mengakui bau dari kandang memang ada. Namun menurutnya tidak terlalu parah dan hanya muncul pada kondisi tertentu. “Ada bau, tapi hanya timbul-timbul, kalau angin bawah pasti ada,” ujarnya.

Ia juga mengatakan rumahnya berada sangat dekat dengan kandang ayam. Bahkan dapurnya berada tepat di sisi tembok pembatas.

“Ini dapur, tempat masak,” katanya sambil menunjuk bagian rumah. Di antara banyak warga yang menyampaikan keluhan, Apriyanto mengaku dirinya tidak merasa keberatan. Sebelumnya, keberadaan kandang ayam petelur di tengah permukiman padat penduduk Tenilo memang memicu polemik.

Warga mengeluhkan bau menyengat yang dinilai mengganggu kesehatan dan kenyamanan. Persoalan tersebut kemudian dibahas dalam RDP.

RDP melibatkan DPRD Kota Gorontalo, pemerintah daerah, pemilik usaha, serta perwakilan warga. Dalam forum itu, DPRD memutuskan penghentian aktivitas peternakan ayam petelur.

Keputusan diambil setelah menerima aduan masyarakat terkait dampak lingkungan.

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan keputusan itu belum dijalankan. Aktivitas kandang ayam masih berlangsung normal. Hal ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas keputusan DPRD Provinsi Gorontalo.

Red / Zulhas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300
banner 325x300