Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
banner 325x300
Berita

Korcam Pendamping Desa Angkat Bicara Soal Jembatan Bubode yang Tak Kunjung Rampung

42
×

Korcam Pendamping Desa Angkat Bicara Soal Jembatan Bubode yang Tak Kunjung Rampung

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, Gorontalo Utara – Polemik pembangunan jembatan di Desa Bubode, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara hingga kini belum juga rampung, Koordinator Kecamatan (Korcam) Pendamping Desa, Alfian Abdullah, angkat bicara.

Alfian membeberkan bahwa pihaknya dua kali turun lapangan (Turlap) langsung untuk memastikan kondisi serta progres pekerjaan tersebut.

Alfian menyebut, anggaran pembangunan jembatan tersebut berkisar Rp110.338.000 yang bersumber dari anggaran desa tahun 2025.

Menurutnya, Turlap pertama dilakukan pada November 2025 untuk memastikan kondisi kegiatan di lokasi pembangunan.

“Kemarin kami sudah dua kali turun ke lapangan. Yang pertama saya sendiri turun pada bulan November 2025 untuk memastikan keadaan pembangunan. Saat itu belum ada sama sekali pekerjaan yang berjalan di lokasi, bahkan papan proyek pun belum ada,” ujarnya.

Sementara turlap kedua dilakukan bersama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) guna memastikan perkembangan kegiatan serta melakukan koordinasi dengan pemerintah desa (Pemdes) Bubode.

Ia menjelaskan bahwa setiap turlap ke Desa Bubode harus melalui koordinasi yang matang karena kondisi dan situasi desa tersebut dinilai berbeda dengan desa lainnya.

“Turlap yang kedua kami bersama tenaga ahli. Kalau turun ke Bubode memang harus betul-betul koordinasi dengan baik karena situasinya berbeda dengan desa-desa lain. Makanya kami mengajak tenaga ahli,” jelasnya.

Dalam turlap tersebut hadir Sekretaris Desa (Sekdes) Bubode, operator desa serta beberapa perangkat desa lainnya.

Namun Kepala Desa (Kades) Bubode tidak berada di tempat karena sedang menunaikan ibadah umroh.

Sebelum melakukan turlap, Alfian mengaku telah lebih dulu berkomunikasi dengan Sekdes Bubode keberlanjutan kegiatan pembangunan jembatan tersebut.

“Saya sudah komunikasi lebih dulu dengan Sekdes dan menanyakan apakah kegiatan pembangunan jembatan ini akan dilaksanakan atau tidak. Karena kalau belum masuk APBDes Perubahan, kegiatan tersebut masih bisa digeser ke kegiatan lain. Tapi kalau sudah masuk APBDes Perubahan, maka tidak bisa lagi digeser dan solusinya bisa menjadi Silpa,” jelasnya.

Saat itu, kata Alfian, Sekdes memastikan bahwa pembangunan jembatan tetap akan dilaksanakan.

“Jawaban dari Sekdes saat itu kegiatan tersebut tetap akan dikerjakan. Makanya saya berpikir positif dan memberi waktu kepada mereka untuk merealisasikan pekerjaan itu,” tambahnya.

Ia menegaskan, jika pembangunan jembatan tersebut nantinya terhenti atau tidak dilanjutkan, maka dirinya sebagai Korcam akan melaporkan persoalan tersebut kepada tenaga ahli penanganan masalah tersebut.

“Di pendamping desa ada tenaga ahli khusus penanganan masalah. Pak Fadil sebagai Korwil Tomilito juga memiliki tupoksi untuk penanganan masalah jika ada kegiatan yang bermasalah,” ungkapnya.

Saat melakukan turlap ke lokasi, Alfian juga melihat kondisi jembatan lama yang dinilai sudah cukup memprihatinkan.

“Kami langsung ke lokasi dan melihat bangunan jembatan lama. Ada beberapa tiang yang sudah mulai miring dan berpotensi roboh,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa secara administrasi, kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran tahun 2025 seharusnya sudah selesai pada bulan Desember 2025.

“Semestinya kegiatan tahun anggaran 2025 sudah selesai pada bulan Desember. Walaupun sudah lewat waktu, yang penting kegiatan tetap berjalan. Namun yang dikhawatirkan kalau sudah lewat waktu dan pekerjaannya juga terhenti, itu tentu perlu dipertanyakan,” tegasnya.

Terkait laporan kegiatan, Alfian menjelaskan bahwa Pemdes Bubode memang belum bisa menyampaikan laporan realisasi secara penuh karena pembangunan jembatan belum selesai.

Meski begitu, menurutnya tetap ada laporan progres pekerjaan yang bisa dipantau.

“Memang mereka belum bisa melaporkan realisasi karena kegiatan belum selesai, tapi ada laporan kegiatan harian yang dirangkum dalam laporan mingguan sehingga progres pekerjaan sebenarnya bisa diketahui dari situ,” jelasnya.

Selain menyoroti pembangunan jembatan, Alfian juga menyinggung persoalan BUMDes Desa Bubode yang hingga kini belum memiliki badan hukum.

Ia menegaskan ada dua hal yang menjadi perhatian utama pendamping desa di Desa Bubode.

“Dua hal yang kami tekankan. Pertama agar segera mengurus BUMDes supaya secepatnya memiliki badan hukum, karena saat ini tinggal Desa Bubode yang BUMDes-nya belum berbadan hukum. Kedua, kami juga mendorong agar pekerjaan pembangunan jembatan tersebut segera diselesaikan secepatnya,” pungkasnya.

 

Red RM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300
banner 325x300