Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Example floating
Example floating
banner 325x300
Berita

Kisah Ipda Abdul Wahid Harmain, Kasubsiluhkum Polres Gorontalo: Pelayanan Masyarakat adalah Ibadah

46
×

Kisah Ipda Abdul Wahid Harmain, Kasubsiluhkum Polres Gorontalo: Pelayanan Masyarakat adalah Ibadah

Sebarkan artikel ini

 

IKRARnews.ID, Gorontalo – Ipda Abdul Wahid Harmain kini mengemban amanah sebagai Kepala Sub Seksi Penyuluhan Hukum (Kasubsiluhkum) di Polres Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Rabu, (11/03/2026).

Ipda adalah singkatan dari Inspektur Polisi Dua, yaitu salah satu pangkat perwira pertama di Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Pangkat ini berada setingkat di atas Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) dan di bawah Inspektur Polisi Satu (Iptu).

Adapun jabatan Kasubsiluhkum merupakan singkatan dari Kepala Sub Seksi Penyuluhan Hukum. Jabatan yang diemban Ipda Abdul berada di bawah satuan Fungsi Hukum (Sikum) di tingkat Kepolisian Resor (Polres).

Ipda Abdul memulai segalanya dari bawah, sebagai seorang Bintara lulusan tahun 1999/2000. 25 tahun sudah ia habiskan mengenakan seragam cokelat dengan berbagai dinamika penugasan.

Awal kariernya ditempa di satuan Sabhara Polres Gorontalo selama kurang lebih dua setengah tahun.

Setelah itu, Ipda Abdul merasakan rotasi ke wilayah yang kini telah berkembang, yakni Polsek Marisa. Penugasan di Marisa terjadi sebelum adanya pemekaran wilayah Kabupaten Boalemo dan Pohuwato.

Wahid kemudian ditarik kembali ke markas induk di Polres Gorontalo, tetap di fungsi Sabhara.

Abdul Wahid memulai sebagai Bintara tahun 1999/2000, bertugas di berbagai satuan dan polsek selama 25 tahun sebelum lulus pendidikan alih golongan menjadi perwira pada 2024
Kini ia menjabat Kepala Sub Seksi Penyuluhan Hukum (Kasubsiluhkum) di Polres Gorontalo.

berada di bawah Fungsi Hukum (Sikum)
Ia mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap potensi pencurian saat rumah ditinggalkan untuk ibadah, dengan memastikan pintu dan jendela terkunci rapat

Dinamika mutasi membawanya ke Polsek Telaga Biru, tempat ia mengabdi cukup lama, yakni tujuh tahun.

Pengalaman di lapangan semakin kaya saat ia dipercaya menjadi Kanit Penyidik di Polsek Batudaa Pantai.

Dua setengah tahun ia habiskan di pesisir tersebut sebelum pindah ke Polsek Batudaa sebagai Kanit Reskrim. Kemampuan reserse dan penyidikan menjadi bagian penting dalam rekam jejak profesionalnya selama di sana.

Setelah dua setengah tahun di Batudaa, ia bergeser ke Polsek Limboto untuk bertugas di bagian SPKT. Tujuh tahun lamanya ia menjadi garda depan pelayanan laporan masyarakat di wilayah pusat pemerintahan tersebut.

Tahun 2024 menjadi tonggak baru baginya setelah dinyatakan lulus dalam pendidikan alih golongan ke perwira. Kini, dengan pangkat perwira, ia kembali ke Polres Gorontalo untuk fokus pada bidang hukum.

Ia mencermati bahwa momen ibadah sering kali menjadi celah bagi pelaku tindak kriminal untuk beraksi. “Bila masyarakat ingin beribadah, apalagi di bulan puasa begini, tolong diperiksa lagi keamanan rumah,” pesannya.

Salah satu kerawanan utama yang ia soroti adalah saat warga berbondong-bondong melaksanakan salat Tarawih di masjid.

Kondisi rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong tanpa penghuni adalah sasaran empuk bagi pelaku pencurian.

Wahid mengingatkan bahwa pelaku kejahatan sering memantau situasi lingkungan yang sepi saat jam ibadah berlangsung. Kasus-kasus pembongkaran rumah sering kali berawal dari kelalaian hal-hal kecil seperti jendela yang lupa diselot.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk memastikan seluruh akses masuk benar-benar terkunci rapat.

“Harapan kami kepada masyarakat, tolong diperhatikan baik itu dari pintu maupun jendela, tetap dikunci,” tegas Wahid.

Pengecekan ulang secara berlapis sebelum meninggalkan rumah dianggapnya sebagai langkah pencegahan paling efektif. Ia juga menyarankan agar warga tidak meninggalkan barang berharga di tempat yang mudah terlihat dari luar rumah.

Kewaspadaan ini bukan bermaksud menakut-nakuti, melainkan untuk memberikan rasa tenang saat menjalankan ibadah.

Sebab, menurutnya, keamanan adalah tanggung jawab bersama antara kepolisian dan kesadaran masyarakat itu sendiri.

Bagi Wahid, menjaga marwah polisi bukan sekadar soal penegakan hukum, tapi juga memberikan edukasi preventif seperti ini.

Sebagai senior, ia juga selalu mengingatkan polisi muda untuk tetap disiplin dan menjauhi pelanggaran moral maupun narkoba. Ia berharap melalui pesan-pesan kecil ini, masyarakat Kabupaten Gorontalo bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk.

Wahid menutup pesannya dengan harapan agar situasi di wilayah hukum Polres Gorontalo tetap kondusif hingga Idulfitri tiba.

 

Red/Zulhas

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 325x300
banner 325x300