Example floating
Example floating
Berita

Mahasiswa KKD Tematik XXX UMGO Kenalkan ENBORA, Olahan Kacang dan Gula Merah Jadi Produk Unggulan Desa Bongo IV

271
×

Mahasiswa KKD Tematik XXX UMGO Kenalkan ENBORA, Olahan Kacang dan Gula Merah Jadi Produk Unggulan Desa Bongo IV

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, BOALEMO – Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Tematik XXX Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) terus mendorong pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan ENBORA (Enting-Enting Kacang Bongo IV Gula Merah) yang digelar di Sanggar Desa Bongo IV, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut menjadi salah satu program unggulan mahasiswa KKD Tematik XXX UMGO dalam mengembangkan potensi bahan baku lokal sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk menciptakan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki nilai ekonomi.

Pelatihan tersebut melibatkan Pemerintah Desa Bongo IV, Karang Taruna, masyarakat Desa Bongo IV, mahasiswa KKD Tematik XXX UMGO, serta menggandeng Yulian Daud, warga Dusun Mootilango, Desa Bongo IV, sebagai mitra kegiatan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada inovasi pengolahan kacang dan gula merah menjadi makanan khas yang menarik serta berpotensi memiliki nilai jual. Selain memberikan keterampilan baru, pelatihan juga diarahkan untuk mendorong masyarakat memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai peluang usaha.

Mahasiswa KKD Tematik XXX UMGO berharap ENBORA nantinya tidak hanya menjadi hasil dari sebuah pelatihan, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan, mulai dari proses produksi, pengemasan, pemasaran hingga pengembangan usaha.

Moh. Aidin Kasim, salah satu mahasiswa KKD Tematik XXX UMGO, mengatakan pelatihan ENBORA merupakan salah satu program unggulan yang dirancang berdasarkan potensi lokal Desa Bongo IV.

“Pelatihan pembuatan ENBORA ini merupakan salah satu program unggulan kami sebagai mahasiswa KKD Tematik XXX UMGO. Kami melihat bahwa Desa Bongo IV memiliki potensi bahan lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi,” ujar Aidin.

Menurutnya, melalui ENBORA, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan untuk mengolah kacang dan gula merah menjadi produk yang menarik, memiliki nilai jual, serta berpotensi menjadi salah satu produk khas Desa Bongo IV.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat sebagai peluang usaha,” tambahnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bachrudin K. Una, S.E., M.Ak., menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi lokal masyarakat.

“Kegiatan pelatihan ENBORA merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKD Tematik XXX UMGO dalam mendukung pengembangan potensi lokal masyarakat Desa Bongo IV. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan pangan lokal, tetapi juga membuka wawasan masyarakat mengenai peluang ekonomi melalui pengembangan UMKM,” jelasnya.

Ia berharap kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat dapat terus berjalan sehingga program tersebut memiliki keberlanjutan.

“Kami berharap adanya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat dapat membuat program ini berkelanjutan sehingga ENBORA dapat berkembang menjadi produk yang memiliki identitas dan nilai ekonomi bagi Desa Bongo IV,” katanya.

Kepala Desa Bongo IV, Sirlan Hippy, turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa KKD Tematik XXX UMGO yang dinilai mampu melihat dan mengangkat potensi lokal desa.

Sirlan mengatakan, kegiatan tersebut memberikan manfaat positif bagi masyarakat, khususnya dalam menambah keterampilan dan membuka wawasan mengenai peluang pengembangan usaha berbasis potensi desa.

“Kami sangat mengapresiasi program mahasiswa KKD Tematik XXX UMGO ini. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu dalam kegiatan sosial, tetapi juga memberikan gagasan yang bisa dikembangkan menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat. ENBORA ini kami harapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu produk yang memperkenalkan Desa Bongo IV,” ungkapnya.

Ia juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh dari pelatihan tersebut dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan mampu mengembangkannya menjadi usaha yang berkelanjutan.

Dengan adanya pelatihan tersebut, ENBORA diharapkan dapat menjadi embrio produk UMKM lokal Desa Bongo IV yang memiliki ciri khas, nilai jual, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan baku lokal yang dipadukan dengan kreativitas dan pendampingan dapat menjadi salah satu langkah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Red Rian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *