Example floating
Example floating
Berita

Maulid Nabi di SMPN 1 Paguyaman Jadi Ruang Pendidikan Karakter dan Pelestarian Budaya

64
×

Maulid Nabi di SMPN 1 Paguyaman Jadi Ruang Pendidikan Karakter dan Pelestarian Budaya

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID BOALEMO — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 1 Paguyaman, Desa Molombulahe, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Jumat (4/9/2026), berlangsung dengan nuansa keagamaan sekaligus budaya.

Kegiatan yang digelar di aula sekolah tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Pihak sekolah menjadikannya sebagai ruang untuk mengajarkan keteladanan Rasulullah kepada peserta didik sekaligus memperkenalkan salah satu tradisi khas masyarakat Gorontalo, yakni Tolangga.

Hikmah Maulid disampaikan Ustadz Ridwan Monoarfa, S.Pd.I., M.Pd. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para siswa untuk menempatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dalam perilaku nyata.

Menurutnya, mencintai Rasulullah tidak cukup hanya dengan memperbanyak selawat dan mengenal sejarah kehidupannya. Nilai yang lebih penting adalah bagaimana akhlak dan keteladanan Nabi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ustadz Ridwan juga mengisahkan perjalanan Rasulullah SAW dalam menyampaikan dan mempertahankan dakwah Islam. Kisah tersebut diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi para siswa tentang kesabaran, keteguhan, kejujuran, serta pentingnya memiliki akhlak yang baik.

Pada kesempatan yang sama, peserta didik diperkenalkan dengan makna tradisi Tolangga yang menjadi bagian dari pelaksanaan Maulid di tengah masyarakat Gorontalo.

Pengenalan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah agar siswa tidak kehilangan pengetahuan mengenai budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Kepala SMP Negeri 1 Paguyaman, Ferti Odja, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi memiliki peran penting dalam mendukung pembentukan karakter siswa.

Ia menilai pendidikan karakter tidak hanya dapat diberikan melalui pembelajaran akademik, tetapi juga melalui kegiatan yang mengajarkan nilai keteladanan dan membangun pengalaman spiritual peserta didik.

“Melalui peringatan Maulid Nabi ini, kami berharap anak-anak tidak hanya mengetahui sejarah dan perjuangan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga dapat meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bersikap kepada orang tua, guru maupun kepada sesama,” kata Ferti.

Selain nilai keagamaan, Ferti turut mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan budaya Gorontalo.

Ia mengatakan, pengenalan tradisi Tolangga kepada siswa merupakan salah satu langkah sekolah untuk membangun rasa bangga terhadap identitas budaya daerah.

“Budaya dan agama bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan bersama dalam membentuk karakter anak-anak kita. Karena itu, mari kita tanamkan nilai religius sekaligus kecintaan terhadap budaya daerah sejak dari lingkungan sekolah,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan juga berlangsung interaktif. Para siswa diberi kesempatan untuk merespons pertanyaan yang disampaikan dalam tausiyah. Salah seorang siswa yang mampu memberikan jawaban mendapat apresiasi dari Kepala SMP Negeri 1 Paguyaman.

Bagi pihak sekolah, momen tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan keagamaan dapat dikemas sebagai sarana pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung.

Ferti kemudian menyampaikan apresiasi kepada para guru, siswa, orang tua dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Ia berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam peringatan Maulid tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Keteladanan Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, sementara nilai budaya Gorontalo tetap tumbuh dan dikenal di kalangan generasi muda.

Dengan menggabungkan pendidikan agama dan pengenalan budaya lokal, SMP Negeri 1 Paguyaman berupaya menjadikan lingkungan sekolah bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan penguatan identitas generasi muda.

 

Red ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *