IKRARnews.ID BOALEMO — Suasana berbeda terlihat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Nurul Iman, Dusun Sorpite, Desa Wonggahu, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Senin (7/9/2026).
Peringatan yang berlangsung khidmat itu turut dihadiri Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Boalemo, Arman Naway, Kepala Desa Wonggahu H. Iwan Kaiko, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, sekitar 30 pendzikir, serta masyarakat setempat.
Selain menjadi momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, Maulid Nabi di Wonggahu juga menjadi ruang untuk merawat tradisi dan mempererat hubungan antarmasyarakat.
Arman Naway mengatakan, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid Nabi ini menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Yang tidak kalah penting, kegiatan seperti ini juga mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat,” ujar Arman.
Ia juga mengapresiasi masyarakat Wonggahu yang tetap mempertahankan tradisi lokal dalam setiap perayaan Maulid Nabi.
Menurutnya, tradisi tersebut memiliki makna sosial yang kuat karena mengajarkan masyarakat untuk berkumpul, berbagi dan menjaga kebersamaan.
Sementara itu, Kepala Desa Wonggahu H. Iwan Kaiko menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Maulid Nabi hari ini berlangsung dengan penuh kebersamaan. Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat, tokoh agama, para pendzikir dan semua pihak yang telah ikut menyukseskan kegiatan ini. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga,” kata Iwan.
Namun, ada satu pemandangan yang paling mencuri perhatian warga, Tolangga berbentuk kapal yang diserahkan Arman Naway.
Bentuknya yang unik membuat Tolangga tersebut langsung menjadi pusat perhatian. Anak-anak hingga masyarakat tampak antusias menyaksikan tradisi tersebut sebelum akhirnya isi Tolangga dibagikan.
Beragam kebutuhan dan makanan tersusun di dalamnya, mulai dari kebutuhan pokok, makanan ringan, ikan hingga berbagai bahan pangan lainnya.
Tolangga sendiri merupakan bagian dari tradisi Walima masyarakat Gorontalo dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Bentuknya tidak selalu sama dan dapat dibuat menyerupai berbagai bentuk, termasuk menara, masjid maupun kapal.
Bagi masyarakat, keberadaan Tolangga bukan sekadar hiasan dalam perayaan Maulid. Di dalamnya terdapat semangat berbagi dan nilai kebersamaan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Antusiasme warga, khususnya anak-anak ketika pembagian isi Tolangga berlangsung, menjadi gambaran bagaimana tradisi tersebut masih mendapat tempat di tengah masyarakat.
Maulid Nabi di Masjid Nurul Iman Wonggahu pun ditutup dalam suasana penuh kebersamaan. Perayaan tersebut menjadi perpaduan antara syiar keagamaan, silaturahmi, tradisi budaya Gorontalo dan semangat berbagi kepada sesama.
Red Zubair













