Example floating
Example floating
Berita

Dekat Dengan Ibu Kota Kabupaten, PETI Bulangita-Teratai Kian Meresahkan, Anak Cucu Penambang Rakyat Minta Penindakan Tegas

151
×

Dekat Dengan Ibu Kota Kabupaten, PETI Bulangita-Teratai Kian Meresahkan, Anak Cucu Penambang Rakyat Minta Penindakan Tegas

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.D, Pohuwato – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Bulangita dan Teratai kembali menjadi sorotan. Kali ini, desakan tegas datang dari anak cucu penambang rakyat Pohuwato yang meminta agar kegiatan ilegal tersebut segera dihentikan, Rabu, (13/05/2026).

 

Yopi Y. Latif,C.ILJ., menyampaikan bahwa aktivitas PETI yang berlangsung saat ini dinilai meresahkan masyarakat dan berpotensi merusak lingkungan, terutama karena lokasinya yang berada dekat dengan kawasan perkotaan.

 

“Ini tidak bisa dibiarkan. Aktivitas PETI di Bulangita dan Teratai harus segera dihentikan karena sudah sangat mengkhawatirkan, baik dari sisi lingkungan maupun dampak sosial,” tegas Yopi.

 

Ia juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan pelaku usaha dari luar daerah yang mengelola aktivitas tambang ilegal tersebut. Menurutnya, hal ini semakin memperparah situasi karena tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, justru menimbulkan kerugian jangka panjang.

 

“Kami mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan dan menangkap para pelaku usaha yang berasal dari luar daerah. Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” tambahnya.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa aktivitas PETI di kawasan tersebut saat ini masih terus berlangsung, bahkan dengan intensitas yang meningkat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak kerusakan lingkungan, seperti pencemaran air dan kerusakan lahan.

 

Dirinya juga meminta mengidentifikasi siapa yang berani memback up aktivitas tersebut dalam hal jaminan keamanan kerja dan jika terbukti di proses hukum.

 

Red ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *