Example floating
Example floating
Berita

Harijanto Mamangkey Tawarkan Solusi Selain Pinjaman Daerah

137
×

Harijanto Mamangkey Tawarkan Solusi Selain Pinjaman Daerah

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, BOALEMO – Anggota DPRD Kabupaten Boalemo, Harijanto Mamangkey, menawarkan alternatif pembiayaan selain pinjaman daerah untuk mendukung rencana peningkatan pelayanan di Rumah Sakit Iwan Bokings (RSIB).

 

Menurutnya, pemerintah daerah masih memiliki ruang untuk melakukan efisiensi anggaran sebelum memutuskan mengambil pinjaman.

Pandangan tersebut disampaikan Harijanto saat membacakan Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Boalemo, Senin (3/8/2026), terhadap Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Tahun Anggaran 2026.

 

Saat dikonfirmasi awak media, Harijanto menyampaikan apresiasi kepada Bupati Boalemo, Rum Pagau, atas komitmennya membangun Kabupaten Boalemo, termasuk upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pengembangan RSIB.

 

“Kami memberikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Tujuan tersebut tentu patut didukung karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Harijanto.

 

Namun demikian, menurutnya, pemerintah daerah perlu mempertimbangkan kembali sumber pembiayaan program tersebut agar tidak menambah beban fiskal daerah pada masa mendatang.

Harijanto menjelaskan bahwa masih terdapat sejumlah pos anggaran yang dapat dievaluasi, seperti belanja perjalanan dinas, belanja rapat di hotel, serta belanja-belanja lainnya yang belum bersifat mendesak.

 

Menurutnya, hasil efisiensi dari pos-pos anggaran tersebut dapat dialihkan untuk membiayai peningkatan pelayanan rumah sakit.

“Efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan pemerintah. Justru dengan menata kembali belanja yang belum menjadi prioritas, pemerintah dapat menyediakan ruang fiskal untuk membiayai program-program yang benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat,” jelasnya.

 

Menurutnya, pandangan tersebut bukanlah bentuk penolakan terhadap pembangunan maupun peningkatan pelayanan RSIB, melainkan bentuk kepedulian agar pembangunan tetap berjalan dengan mekanisme pembiayaan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan tidak membebani keuangan daerah di masa depan.

Harijanto berharap pemerintah daerah dapat mengkaji berbagai alternatif pembiayaan sebelum menetapkan kebijakan pinjaman daerah, sehingga peningkatan pelayanan kesehatan tetap dapat diwujudkan tanpa mengurangi kemampuan fiskal daerah dalam membiayai program-program prioritas lainnya.

“Yang kami dorong adalah pembangunan yang berkelanjutan. Pelayanan kesehatan harus terus ditingkatkan, tetapi di saat yang sama kesehatan fiskal daerah juga harus tetap dijaga demi kepentingan masyarakat Boalemo,” pungkasnya

 

Red Sri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *