Example floating
Example floating
Berita

Reses Arman Naway di Huwongo, Warga Soroti Air Bersih hingga Infrastruktur Pendidikan

44
×

Reses Arman Naway di Huwongo, Warga Soroti Air Bersih hingga Infrastruktur Pendidikan

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, BOALEMO – Anggota DPRD Kabupaten Boalemo, Arman Naway, S.H., menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam reses masa persidangan kedua tahun 2026 yang digelar di Desa Huwongo, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Kamis (13/8/2026).

 

Dalam reses yang berlangsung di kediaman warga, Ifun Ambela, tersebut, sejumlah persoalan masyarakat mencuat, mulai dari kebutuhan air bersih, sertifikat tanah, sarana pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur jembatan.

 

Kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Huwongo Taamin Tamu, Kepala Desa Bongo IV Sirlan Hippy, tokoh agama Desa Bongo IV Ahmad Karim, tokoh masyarakat Desa Bongo IV Mohamad Andel, tokoh pemuda Desa Huwongo Ifun Ambela, serta Kepala TK Handayani Desa Huwongo Hartati Mointi, Kepala TK Melati Putih Desa Bongo IV Indrawaty Laiya, dan Kepala TK Teratai Indah Desa Bongo Nol Lisdawaty Ambo.

 

Turut hadir pula masyarakat penerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta masyarakat setempat lainnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Arman menyerahkan alat peraga edukatif (APE) kepada tiga satuan pendidikan, yakni TK di Desa Bongo Nol, TK Handayani Desa Huwongo, dan TK Melati Putih Desa Bongo IV.

 

Selain bantuan pendidikan, sebanyak 20 unit alat semprot atau hand sprayer juga diserahkan kepada kelompok petani di Dusun Dulamayo, Desa Huwongo, serta sebagian masyarakat Desa Bongo IV.

 

Arman mengatakan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan untuk dibawa ke DPRD melalui pembahasan pokok-pokok pikiran hasil reses.

 

Salah satu aspirasi yang mencuat adalah persoalan sertifikat tanah. Sebagian sertifikat disebut telah diterbitkan, sementara sebagian lainnya masih dalam proses. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pemerintah desa, proses tersebut masih menunggu konfirmasi dari pihak pertanahan setelah adanya rotasi pimpinan kantor pertanahan di wilayah Boalemo.

 

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kebutuhan air bersih di Dusun Dulamayo. Arman menilai kebutuhan tersebut perlu diprioritaskan karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

 

“Kalau kita melihat keluhan jangka pendek yang dapat kita akses, kebutuhan air minum mungkin masih bisa diakses dalam jangka waktu yang pendek. Karena kalau bicara jembatan, itu masih membutuhkan perjuangan besar. Tetapi kebutuhan air bersih merupakan hal yang sangat penting,” ujar Arman.

 

Di sektor pendidikan, masyarakat menyampaikan keterbatasan sarana dan bangunan TK Handayani di Desa Huwongo serta TK Melati Putih di Desa Bongo IV.

 

Arman menyatakan akan meninjau langsung kondisi sekolah-sekolah tersebut untuk melihat peluang dukungan anggaran, baik melalui APBD, APBN maupun program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

 

“Kalau memang dimungkinkan dapat tersumber anggaran dari beberapa pos, nanti akan kita pikirkan. Entah itu APBD, APBN melalui revitalisasi sekolah, ataupun bisa saja ada program CSR,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala TK Melati Putih Desa Bongo IV, Indrawaty Laiya, menyampaikan apresiasi atas bantuan alat peraga edukatif yang diterima sekolah.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Arman. Alat ini memang sangat dibutuhkan dan sangat bermanfaat bagi siswa,” ungkap Indrawaty.

 

Menurutnya, TK Melati Putih juga masih menghadapi persoalan kepemilikan bangunan karena hingga kini sekolah tersebut belum memiliki gedung sendiri. Pihak sekolah telah mengajukan proposal dan berharap mendapat pengawalan agar pembangunan gedung dapat terealisasi.

 

“Insyaallah ke depan bisa memiliki bangunan sendiri. Kami juga telah memasukkan proposal, tinggal membutuhkan pengawalan dari anggota DPRD,” ujarnya.

 

Selain pendidikan dan air bersih, aspirasi mengenai infrastruktur turut disampaikan masyarakat, salah satunya terkait kondisi jembatan di Dusun Bilungala yang selama ini disebut masih sebatas mendapatkan penimbunan secara berkala dan belum dibangun menjadi jembatan permanen.

 

Arman menilai keberadaan jembatan tersebut cukup strategis karena menjadi akses penghubung sejumlah wilayah, termasuk Desa Huwongo, Bongo IV, Bualo hingga menuju Desa Tangga Barito di Kecamatan Dulupi.

 

Menurut perkiraannya, pembangunan jembatan tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp6–7 miliar sehingga memerlukan perhatian dan dukungan pemerintah daerah maupun pihak terkait.

 

“Jembatan itu menghubungkan ke beberapa desa, bahkan tembus ke Kecamatan Dulupi. Karena itu, saya berharap persoalan ini juga mendapat perhatian,” kata Arman.

 

Arman menegaskan seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses akan disampaikan melalui forum DPRD sebagai bagian dari pokok-pokok pikiran hasil reses. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya persoalan air bersih yang dinilai dapat menjadi salah satu prioritas jangka pendek.

 

Ia juga berharap bantuan 20 unit hand sprayer dan alat peraga edukatif yang direalisasikan melalui aspirasi sebelumnya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung sektor pertanian dan pendidikan anak usia dini di wilayah penerima bantuan.

 

Red Ical

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *