Example floating
Example floating
Berita

Tujuh Hari Kepergian Rachmat Gobel, Dua Bangunan di Alkhairaat Tilamuta Jadi Saksi Jejak Kebaikan Sang Dermawan

104
×

Tujuh Hari Kepergian Rachmat Gobel, Dua Bangunan di Alkhairaat Tilamuta Jadi Saksi Jejak Kebaikan Sang Dermawan

Sebarkan artikel ini

IKRARnews.ID, BOALEMO, Gorontalo – Tujuh hari setelah wafatnya tokoh nasional asal Gorontalo, Rachmat Gobel, suasana haru menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Alkhairaat Tilamuta. Sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk almarhum, pesantren menggelar tahlil dan pembacaan Surah Yasin di Masjid Pesantren Alkhairaat, Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Kamis malam (16/7/2026) usai salat Magrib.

Bagi keluarga besar Alkhairaat Tilamuta, kepergian Rachmat Gobel bukan sekadar kehilangan seorang tokoh masyarakat Gorontalo. Almarhum dikenang sebagai sosok yang memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan pendidikan Islam, khususnya terhadap keberlangsungan dan kemajuan Pondok Pesantren Alkhairaat Tilamuta.

Di balik doa dan lantunan ayat suci yang dipanjatkan malam itu, tersimpan kenangan panjang tentang kebaikan Rachmat Gobel. Salah satu yang paling membekas adalah jejak nyata yang hingga kini masih berdiri kokoh di lingkungan pesantren, yakni dua bangunan penting yang menjadi bagian dari kontribusi almarhum: bangunan rusunawa yang saat ini difungsikan sebagai kantor pesantren serta bangunan aula pesantren.

Kedua bangunan tersebut menjadi saksi bisu kepedulian Rachmat Gobel dalam mendukung kemajuan lembaga pendidikan Islam di Boalemo. Fasilitas itu tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi menjadi bagian dari perjalanan pesantren dalam membina dan mencetak generasi muda.

Pengurus Komda Alkhairaat Tilamuta, Qadri Alamri, S.Ag., mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Rachmat Gobel.

“Saya mendengar kabar beliau meninggal itu dari Pak Lahmudin. Saya sangat sedih dan kaget. Hari ini kami melaksanakan yasinan dan tahlilan untuk kepergian beliau. Kami hanya bisa berdoa, semoga seluruh amal beliau diterima oleh Allah SWT,” ujar Qadri.

Menurutnya, kedekatan Rachmat Gobel dengan Pesantren Alkhairaat Tilamuta telah terjalin jauh sebelum almarhum terjun dalam dunia pemerintahan. Hubungan tersebut dibangun melalui kepedulian dan perhatian terhadap perkembangan pesantren.

“Bicara tentang Rachmat Gobel, kami adalah orang yang sangat kehilangan. Beliau jauh sebelum masuk pemerintahan memang sudah punya hubungan dengan pondok pesantren ini,” ungkapnya.

Qadri menjelaskan, perhatian Rachmat Gobel terhadap pesantren diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari bantuan sosial hingga dukungan pembangunan fasilitas.

“Beliau punya kontribusi besar di pondok ini. Ada bangunan rusunawa yang sekarang digunakan sebagai kantor pesantren dan ada juga aula pesantren yang merupakan bagian dari bantuan beliau,” jelas Qadri.

Selain pembangunan fasilitas, Rachmat Gobel juga dikenal rutin memberikan perhatian kepada pesantren dan masyarakat sekitar. Setiap momentum Idul Adha, almarhum selalu memberikan bantuan sapi kurban.

Kedekatan emosional tersebut juga terlihat dari kehadiran Rachmat Gobel dalam berbagai kegiatan besar pesantren, termasuk haul yang digelar Alkhairaat Tilamuta.

“Setiap kegiatan haul yang kami laksanakan, beliau selalu hadir, kecuali tahun kemarin beliau tidak sempat hadir. Setiap beliau datang ke Gorontalo, pasti beliau selalu mampir ke pesantren ini,” kenangnya.

Lebih jauh, Qadri menyebut Rachmat Gobel memiliki cita-cita besar terhadap masa depan Alkhairaat Tilamuta. Almarhum ingin pesantren tersebut berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul dan memiliki daya saing tinggi.

“Beliau punya rencana untuk membuat pesantren ini menjadi pesantren yang elite, maju, dan memiliki kualitas yang lebih baik,” tambahnya.

Kini, tujuh hari setelah kepergiannya, doa terbaik terus dipanjatkan untuk Rachmat Gobel. Sementara dua bangunan yang menjadi peninggalan kontribusinya akan terus berdiri sebagai pengingat bahwa kebaikan seseorang akan tetap hidup melalui manfaat yang diberikan kepada banyak orang.

Rachmat Gobel telah berpulang, namun jejak pengabdiannya tetap hadir di Alkhairaat Tilamuta. Dua bangunan yang ia perjuangkan menjadi simbol bahwa sebuah kepedulian mampu meninggalkan warisan yang dikenang lintas generasi.

Red (Zubair Husain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *